• EKSEKUTIF

Standardisasi Bikin Kinclong Industri Keramik

Agus Mughni Muttaqin | Rabu, 05 Jun 2024 21:17 WIB
Standardisasi Bikin Kinclong Industri Keramik Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kemenperin, Andi Rizaldi pada acara Temu Usaha Industri di Balai Besar Standardisasi Dan Pelayanan Jasa Industri Keramik Dan Mineral Nonlogam (BBSPJIKMN) Bandung, Rabu (5/6) (Foto Kemenperin)

INDONESIAINFO.ID - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyebut penerapan standardisasi membuat performa industri keramik semakin `kinclong`, meningkatkan produktivitas dan daya saing sektor tersebut di pasar domestik maupun global.

Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kemenperin, Andi Rizaldi menjelaskan, penerapan standardisasi itu tidak hanya terkait pemberlakuan Standard Nasional Indonesia (SNI), melainkan mencakup standard industri hijau, dan standard spesifikasi teknologi industri.

Kami mengakselerasi penerapan standardisasi di industri keramik dan mineral nonlogam untuk meningkatkan produktivitas dan daya saingnya,” kata Andi Rizaldi.

Hal itu ia sampaikan pada acara Temu Usaha Industri di Balai Besar Standardisasi Dan Pelayanan Jasa Industri Keramik Dan Mineral Nonlogam (BBSPJIKMN) Bandung, Rabu (5/6).

Lebih lanjut, ia mengemukakan, terdapat tiga peran penting dalam penerapan standardisasi untuk sektor industri. Pertama, sebagai instrumen meningkatkan kualitas produk.

"Standardisasi dapat membantu menetapkan parameter kualitas yang konsisten untuk produk keramik dan mineral nonlogam, sehingga memastikan bahwa produk-produk tersebut memenuhi standar yang tinggi dan dapat bersaing di pasar global," ujarnya.

Peran kedua, lanjut Andi Rizaldi, standardisasi ialah sebagai upaya peningkatan efisiensi produksi termasuk inovasi teknologi.

Standardisasi dinilai mendorong inovasi dalam teknologi produksi dan material, karena standar yang berkembang memerlukan peningkatan terus menerus dalam teknologi untuk memenuhi persyaratan yang lebih ketat.

“Peran ketiga adalah sebagai non-tariff barrier yang menjamin bahwa barang-barang yang berasal dari negara lain telah memenuhi persyaratan keamanan, keselamatan dan kesehatan lingkungan hidup,” ujar Andi.

Dengan demikian, lanjutnya, penerapan standardisasi di bidang industri keramik dan mineral berujung pada peningkatan daya saing nasional secara keseluruhan.

Disebutkan, kinerja subsektor industri Barang Galian Non Logam (BGNL) yang membawahi industri keramik, mampu tumbuh signifikan pada triwulan IV tahun 2023 sebesar 9,17 persen. Angka ini naik dibanding triwulan I 2023 yang mengalami kontraksi minus 2,1 persen.

Andi Rizaldi pun berharap melalui penerapan standardisasi tersebut dapat memacu kontribusi sektor keramik terhadap peningkatan perekonomian nasional.