• EKSEKUTIF

Kemerdekaan Palestina, Utang yang Belum Dibayar

M. Habib Saifullah | Kamis, 06 Jun 2024 12:46 WIB
Kemerdekaan Palestina, Utang yang Belum Dibayar Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi mengatakan kemerdekaan palestina utang yang belum dibayar (Foto: Kemenlu)

INDONESIAINFO.ID - Keadilan dan kemanusiaan global saat ini hilang bagi rakyat Palestina karena menjadi korban kekejaman Israel. Untuk itu diperlukan kerja sama dan kesamaan persepsi untuk menyelesaikan konflik Israel-Palestina.

Menjelang peringatan ke-70 Konferensi Asia Afrika (KAA) tahun depan, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, mengatakan bahwa kerja sama antara Asia dan Afrika sangat diperlukan untuk menjembatani perbedaan dan membangun masa depan yang damai.

“Ada satu utang yang belum kita bayar, yaitu kemerdekaan Palestina," ujar Retn dalam diskusi di Jakarta, Kamis (6/6/2024).

"Indonesia akan terus lakukan berbagai upaya untuk membantu rakyat Palestina, termasuk melalui Mahkamah Internasional, OKI, dan PBB, serta meningkatkan bantuan kemanusiaan melalui UNWRA," ujar dia.

Retno mengatakan, ditengah situasi yang dunia yang tidak baik-baik saja, setiap orang berkewajiban untuk menjunjung tinggi nilai kemanusiaan diatas segalanya

“Saat ini dunia menghadapi marabahaya. Rasa saling percaya luntur, penghormatan terhadap kedaulatan dan hukum internasional menurun," ujar dia.

Melalui KAA, para pendiri bangsa telah menanamkan `benih` kerja sama di antara negara-negara Asia dan Afrika dalam Spirit Bandung. Sekarang telah berkembang menjadi `pohon`.

Tantangan-tantangan global tidak dapat diatasi jika negara-negara besar hanya peduli kepentingan pribadi dan dunia masih terbelah antara Utara dan Selatan.

“Platinum jubilee tahun depan harus jadi pengingat bahwa inklusivitas harus jadi DNA kerja sama kita," ujar Menlu.

Selanjutnya Global South harus dapat mendorong solidaritas dalam memajukan hak atas pembangunan guna mencapai lompatan kemakmuran, termasuk melalui hilirisasi.

“Kita harus menjaga `pohon` kerja sama Asia-Afrika sebagai tumpuan untuk masa depan kita," kata Menlu.