• EKSEKUTIF

Mentan Target Pendapatan Petani Minimal Setara Gaji Menteri

Agus Mughni Muttaqin | Senin, 10 Jun 2024 15:23 WIB
Mentan Target Pendapatan Petani Minimal Setara Gaji Menteri Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman melepas 1.000 mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Kementerian Pertanian (Kementan) untuk ikut terlibat pada program pertanian modern serta program perluasan areal tanam (PAT) (Foto: Kementan)

INDONESIAINFO.ID - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menargetkan pendapatan petani meningkat drastis, minimal bisa setara dengan pendapatan atau gaji seorang menteri.

Seperti diketahui gaji seorang menteri telah diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2000. Dalam aturan ini, semua menteri negara menerima gaji pokok sebesar Rp 5.040.000 per bulan.

Target meningkatkan gaji petani setara menteri tersebut, menurut Mentan bukan hal yang mustahil. Pasalnya, kini pemerintah sedang menargetkan untuk memperbanyak pembangunan klaster khusus yang memiliki cara kerja modern dan bisa meningkatkan pendapatan petani secara signifikan.

"Minimal pendapatan untuk satu orang itu setara dengan gaji menteri. Kita sudah hitung kalau semua dikerjakan dengan baik pasti mampu mewujudkannya. Nanti kita akan bangun lebih banyak kluster yang diisi petani sekitar," katanya dikutip Senin (10/6/2024).

Pernyataan itu Mentan sampaikan ketika melepas 1.000 mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Kementerian Pertanian (Kementan) untuk ikut terlibat pada program pertanian modern serta program perluasan areal tanam (PAT) yang saat ini digencarkan Kementan.

Menurut Mentan, mahasiswa Polbatan sangat strategis terutama dalam meningkatkan produksi melalui pemanfaatan teknologi dan mekanisasi.

"Sementara yang kami lepas kurang lebih 1000 orang, tapi berikutnya mungkin bisa 5000, bisa juga 10.000. Mereka secara khusus akan diberi tugas untuk menjaga pangan kita melalui optimasi pompa dan mekanisasi," ujar Mentan.

Mentan mengatakan, pelibatan mahasiswa merupakan strategi khusus yang akan menjadi contoh pertanian modern di masa mendatang. Dia juga sangat yakin karena hanya melalui cara ini petani mampu mengambil keuntungan besar serta produksi dalam negeri mengalami peningkatan.

"Ini strategi sederhana yang sangat menguntungkan anak muda. Kenapa? Kita sudah gunakan teknologi tinggi dan membuat petani milenial merasa terhormat," katanya.

Adapun pertanian modern yang dimaksud Mentan di antaranya ialah pertanian yang harus menggunakan teknologi tinggi dan tidak menggunakan mesin manual.

Misalnya, lanjut Mentan, petani mengolah tanah dengan traktor, panen menggunakan combine harvester, menanam menggunakan rice transplanter dan memupuk menggunakan drone.

"Jadi nanti mimpi kita, rencana kita, kluster pertanian modern ini sejajar dengan negara maju. Maksudnya, khusus kluster ini yang 5 ribu, 10 ribu hektar ini sejajar dengan negara maju sehingga anak-anak merasa untung, merasa pekerjaan ini bukan pekerjaan yang hina, tetapi terhormat," ujarnya.