• EKSEKUTIF

Mentan-Kasad Panen Bawang Senilai Rp6 Miliar

Agus Mughni Muttaqin | Selasa, 11 Jun 2024 15:34 WIB
Mentan-Kasad Panen Bawang Senilai Rp6 Miliar Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman bersama Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD), Jenderal TNI, Maruli Simanjuntak nampak kompak ketika melakukan panen bawang merah di lahan urban farming Korem 051/WKT Kodam Jaya di Cibitung, Bekasi. (Foto Kementan)

INDONESIINFO.ID - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman bersama Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD), Jenderal TNI, Maruli Simanjuntak nampak kompak ketika melakukan panen bawang merah di lahan urban farming Korem 051/WKT Kodam Jaya di Cibitung, Bekasi.

Panen bawang merah senilai Rp6 miliar yang dilakukan di lahan perkotaan seluas 13 hektar ini, merupakan sinergi antara Kementerian Pertanian (Kementan) bersama TNI AD dalam memperkuat penyediaan pangan dan mengendalikan inflasi di tengah ancaman dampak perubahan iklim.

"Kami senang sekali, budidaya di sini dengan modal Rp 2,5 miliar pendapatannya kotor Rp 6 miliar, bersihnya Rp 1 sampai 2 miliar. Jadi kita panut bangga pada TNI," kata Mentan Amran pada acara panen bawang merah tersebut, Selasa (11/6/2024).

Mentan menuturkan gebrakan memajukan pertanian ini merupakan sinergi penting, karena diperlukan semua pihak bergandengantangan menghadapi krisis pangan dunia khususnya yang mengancam Indonesia.

"Saya sangat terkejut atas paparan Pak Danrem atas Pak KASAD, mampu mendeteksi komoditas apa saja yang menyebabkan inflasi, yaitu beras, bawang merah dan cabai. Pak KASAD langsung ambil posisi menyelesaikan bawang merah dan cabai. Ini langkah paling tepat sehingga inflasi terjaga dengan baik sekarang ini," ujarnya.

Lebih lanjut, Mentan menuturkan bahwa krisis pangan global menyebabkan tidak sedikit negara di dunia mengalami inflasi yang tak terkendali.

"Sementara negara lain terjadi inflasi tak terkendalikan, seperti Argentina tembus 100 persen lebih. Kalau tidak salah Turki juga demikian dan negara lainya inflasinya 70 persen. Ini hasil diskusi kami dengan Menteri Perdagangan. Inflasi kita (Indonesia) dijaga pada posisi 2 sampai 2,5 persen," ujarnya.

Terkait hal tersebut, Mentan mengatakan bahwa terjaganya inflasi dan terjaminya ketersediaan pangan strategis dalam negeri berkat kerja sama semua pihak, terutama dukungan TNI dan Polri.

Karena itu, membangun dan memperkuat penyediaan pangan harus dilakukan dengan bergandengan tangan terutama membangun lahan tidur dan generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian secara masif dan produktif serta menyediakan dukungan off takernya.

"Ingat, tidak ada pangan, tidak ada negara dan peradaban. Mati hidupnya negara, pertama ditentukan oleh pertanian. Jadi ini sangat vital, kalau pertanian bermasalah," ujar Mentan.

Dalam kesempatan itu, KASAD, Jenderal TNI, Maruli Simanjuntak menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan Kementan sehingga mampu membuka lahan tidur menjadi kawasan urban farming, khususnya komoditas bawang merah.

Dia juga mengemukakan kesiapannya untuk membangun pertanian, dan membantu bebagai program yang sedang digencarkan Kementan, termasuk mengoptimalkan lahan tidur menjadi lebih produktif seperti urban farming.

"Membangun urban farming untuk penguatan ketersediaan pangan ini harus dilakukan efektif. Ternyata di bawah jembatan dan sepanjang jalan tol, masih ada lahan tidur ribuan meter bahkan berhektar-hektar. Itu kalau dikasih kami TNI yang kerjakan, dipastikan memberikan manfaat bagi masyarakat dan menambah penyediaan pangan," ujarnya.