• EKSEKUTIF

Airlangga Dorong Penguatan Kerja Sama Ekonomi Indonesia-Rusia

Agus Mughni Muttaqin | Rabu, 12 Jun 2024 13:03 WIB
Airlangga Dorong Penguatan Kerja Sama Ekonomi Indonesia-Rusia Menteri Koordinator Bidang (Menko) Perekonomian Airlangga Hartarto melakukan Pertemuan Co-chairs Sidang Komisi Bersama (SKB) ke-13 RI-Rusia Bidang Kerja Sama Perdagangan, Ekonomi dan Teknik dengan Wakil Pertama Perdana Menteri Federasi Rusia, Denis Manturov, di Moskow, Federasi Rusia, Selasa (11/06) - Foto: Kemenko Perekonomian

INDONESIAINFO.ID - Menteri Koordinator Bidang (Menko) Perekonomian Airlangga Hartarto mendorong penguatan kerja sama ekonomi antara Indonesia dengan Rusia.

Dorongan itu ia sampaikan saat melakukan Pertemuan Co-chairs Sidang Komisi Bersama (SKB) ke-13 RI-Rusia Bidang Kerja Sama Perdagangan, Ekonomi dan Teknik dengan Wakil Pertama Perdana Menteri Federasi Rusia, Denis Manturov, di Moskow, Federasi Rusia, Selasa (11/06).

“Tahun depan, Indonesia dan Rusia akan memperingati 75 tahun hubungan diplomatik. Sudah semestinya kita dapat memanfaatkan momentum ini dengan melakukan terobosan dalam rangka pengembangan hubungan kerja sama bilateral di bidang ekonomi,” ujar Airlangga dikutip Rabu (12/6).

Pada pertemuan tersebut, kedua Co-chairs mendiskusikan secara komprehensif berbagai sektor kerja sama ekonomi, yang mencakup isu-isu perdagangan, investasi, industri, pariwisata dan energi baru terbarukan (EBT).

Lebih rinci, Menko Airlangga memaparkan berbagai fokus kerja sama di sektor pariwisata, ekspor minyak sawit Indonesia ke Rusia, registrasi produk perikanan Indonesia di Rusia, dan percepatan penyelesaian Perundingan Indonesia-EAEU FTA.

“Kedua pihak perlu duduk bersama untuk membahas peningkatan jumlah kunjungan wisatawan melalui penerbangan langsung antara kedua negara,” ujar Airlangga.

Dalam kesempatan itu, Menko Airlangga juga meminta Rusia untuk mendukung penyelesaian Perundingan Indonesia-EAEU FTA yang ditargetkan akan rampung pada Juli 2024.

"Sekali lagi, kami meminta dukungan Rusia untuk menyelesaikan proses perundingan perjanjian perdagangan bebas dengan EAEU. Kami menyakini bahwa perjanjian tersebut akan mampu meningkatkan ekspor dan menjadi pendorong yang kuat bagi setiap pelaku usaha untuk meningkatkan kegiatan bisnis di kedua negara," ujarnya.

Pada akhir pertemuan, kedua Co-chair SKB RI-Rusia menyepakati rencana kunjungan delegasi bisnis Rusia ke Indonesia dan pelaksanaan SKB ke-13 RI-Rusia Bidang Perdagangan, Ekonomi dan Teknik pada bulan Desember 2024 di Indonesia.

“Kami menghargai kesediaan Indonesia untuk melakukan pertemuan hari ini karena Pertemuan SKB RI-Rusia terakhir telah dilaksanakan 6 (enam) tahun yang lalu. Sementara, isu kerja sama ekonomi kedua negara berkembang sangat dinamis mengikuti situasi dan kondisi global yang sedang terjadi,” ujar Manturov.

Sementara itu, Menteri Pembangunan Ekonomi Federasi Rusia, Maxim Reshetnikov menyampaikan, pihaknya concern terkait beberapa isu di sektor pertanian dan peternakan, antara lain proses registrasi daging sapi di Indonesia.

Rusia juga ingin meningkatkan nilai ekspor komoditi gandum ke Indonesia, sertifikasi halal produk pangan, penerbangan langsung antara kedua negara, hingga kerja sama industri metalurgi antar kedua negara.

“Rusia tertarik untuk bekerjasama di sektor industri halal, termasuk saling pengakuan sertifikat halal di kedua negara. Kami juga menyambut gembira rencana pelaksanaan SKB (Sidang Komisi Bersama) ke-13 RI-Rusia Bidang Kerja Sama Perdagangan, Ekonomi dan Teknik pada bulan Desember 2024,” ujar Menteri Reshetnikov.