• EKSEKUTIF

Kemenperin-Komatsu Genjot Kompetensi SDM Industri Alat Berat

Agus Mughni Muttaqin | Kamis, 13 Jun 2024 12:11 WIB
Kemenperin-Komatsu Genjot Kompetensi SDM Industri Alat Berat Kementerian Perindustrian (Kemenperin)- PT. Komatsu Indonesia genjot kompetensi sumber daya manusia (SDM) industri alat berat (Foto: Kemenperin)

INDONESIAINFO.ID - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melalui Politeknik STMI Jakarta, telah menjalin kerja sama dengan PT. Komatsu Indonesia guna meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) industri alat berat.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin, Masrokhan menuturkan, kerja sama tersebut diaplikasikan dalam bentuk pelaksanaan program pendidikan setara Diploma 1 untuk program studi manufaktur alat berat.

“Kampus Vokasi Kemenperin ciptakan inovasi penunjang industri alat berat. Kami telah membuktikan keberhasilan improvement dari alumni program kerja sama pengadaan kelas industri ini,” ujar Masrokhan dalam keterangannya dikutip Kamis (13/6/2024).

Saat melakukan kunjungan pabrik di PT Komatsu Indonesia beberapa waktu lalu, Kepala BPSDMI yang didampingi Presiden Direktur PT Komatsu Indonesia Jamalludin dan Direktur Politeknik STMI Jakarta Amrin Rapi, turut menyaksikan presentasi dari beberapa lulusan program D1.

Keberhasilan improvement itu misalnya disampaikan oleh Sarni Mulyani, alumni D1 Batch 4 yang telah berhasil melakukan improvement dengan merancang dan membuat jig untuk handling pump dan stand khusus pump yang mempermudah proses pemasangan Main Pump Engine.

Inovasi ini telah berhasil diimplementasikan di divisi engineering dan telah mampu menurunkan waktu proses dari 90 menit menjadi 80 menit (sesuai target).

Selanjutnya presentasi dipaparkan oleh Kalimi Budi Waspodo, alumni D4 Batch 1, yang telah berhasil meningkatkan kapasitas proses Main Frame dengan mengurangi pemborosan (waste handling) sehingga kapasitas meningkat 54 persen, yaitu dari 35 unit per bulan menjadi 54 unit per bulan.

Selain itu, Desi Kwintoko selaku alumni Batch 1 lainnya memaparkan keberhasilannya dalam mengimplementasikan Lean Manufacturing dengan menggunakan metode Value Stream Mapping (VSM).

Disebutkan, metode tersebut mampu meningkatkan kapasitas proses mendekati 100 persen, yaitu dari maksimum 30 unit per bulan menjadi 60 unit per bulan.

Mengenai hal itu, Kepala BPSDMI menyampaikan bahwa bentuk keberhasilan pada improvement di sektor alat berat tersebut menjadi bukti nyata dari hasil kerja sama yang telah dijalankan sesuai dengan tujuan, yakni pembentukan SDM industri yang terampil dan kompeten.

"Tentunya keberhasilan ini dipicu oleh kesesuaian antara kurikulum program studi dengan kebutuhan industri alat berat,” ujar Masrokhan.

Menurutnya, Kemenperin akan terus menjaga komitmen untuk dapat memperkecil competency gap antara dunia industri dengan dunia pendidikan. Hal ini dalam upaya menghasilkan SDM industri kompeten tanpa adanya program retraining atau pelatihan ulang oleh industri.

Sementara itu, Presdir PT Komatsu Indonesia, Jamalludin menyampaikan bahwa program pendidikan setara Diploma I Manufaktur Alat Berat ini perlu terus berlanjut.

Hal itu menimbang program tersebut telah terbukti bermanfaat memberikan pemahaman keilmuan teknik industri khususnya manufaktur serta sebagai bentuk orientasi dari perusahaan.

Keberhasilan alumni pada program ini pun diharapkan dapat meningkatkan animo pendaftaran pada Penerimaan Mahasiswa Baru Politeknik STMI Jakarta

“Dalam kesempatan ini bisa dilihat bahwa peserta yang lulus dari program ini akan memiliki kompetensi yang baik untuk meningkatkan produktivitas bagi perusahaan,” ujarnya.