Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbud Ristek) genjot kompetensi SDM industri kopi (Foto Kemdikbud Ristek)
INDONESIAINFO.ID - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbud Ristek), menggandeng Indonesia Coffee Academy by Anomali untuk mengasah keterampilan instruktur dan pengelola Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) terkait industri kopi.
Direktorat Kursus dan Pelatihan, Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Kemdikbud Ristek, Nahdiana, menuturkan bahwa kompetensi instruktur sebagai kunci mempersiapkan barista-barista profesional.
“Kami memfokuskan peningkatan tata kelola di satuan pendidikan LKP, salah satu yang menjadi perhatian dengan mengembangkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui Program Magang Instruktur dan Pengelola Kursus dan Pelatihan sebagai upaya upskilling."
"Sehingga nantinya LKP pun menjadi salah satu pilihan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat,” ujar Nahdiana dalam keterangannya dikutip di Jakarta, Jumat (14/6/2024).
Sementara itu, salah satu pendiri (co-founder) Anomali Coffee, Irvan Helmi, menyampaikan antusiasnya terhadap program peningkatan kompetensi SDM industri kopi ini.
Menurutnya, pendidikan vokasi khususnya di kursus dan pelatihan dapat menjadi jembatan yang menghubungkan dunia kopi dari hulu ke hilir dengan sektor pendidikan.
“Kami menyambut baik upaya Kemendikbudristek untuk bersama-sama mempersiapkan talenta instruktur barista. Di sini kami fasilitasi peserta program magang untuk meningkatkan keterampilannya,” ujar Irvan.
Head of Director Indonesia Coffee Academy, Donna Elvina menuturkan bahwa tantangan terbesar bagi lembaganya adalah melatih para instruktur agar tidak hanya terlatih kompetisinya tetapi juga memiliki kemampuan dalam menyampaikan materi.
"Kami ingin tidak hanya mengeluarkan sertifikat semata, tetapi kami ingin mereka menjadi ahli dalam mengajarkan keterampilan tersebut,” ujar Donna.
Ia menambahkan, pelatihan ini tidak hanya praktik mengenai teknik-teknik penyajian kopi, tetapi juga evaluasi dan presentasi untuk melihat bagaimana peserta dapat memaparkan materi dengan baik.
“Istilahnya tidak asal tuang, tetapi juga harus lantang menjelaskan kepada peserta didik nantinya,” ujar Donna.
Sebagai informasi, terdapat 15 orang instruktur dan pengelola LKP terpilih yang sebelumnya melalui proses seleksi untuk melaksanakan program Magang Instruktur dan Pengelola Kursus dan Pelatihan bidang keterampilan barista.
Proses pelaksanaan magang ini dilaksanakan pada 5-14 Juni 2024 di Jakarta.