Optimalisasi penggunaan unsur dalam negeri dalam sektor migas akan buka lapangan pekerjaan baru yang luas bagi masyarakat lokal (Foto: Kementerian ESDM)
INDONESIAINFO.ID - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mendorong peningkatan penggunaan produk dalam negeri atau Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) dalam industri hulu minyak dan gas (Migas).
Direktur Pembinaan Program Migas Mirza Mahendra mengatakan, dengan adanya peningkatan penggunaan TKDN maka akan membuka lapangan kerja yang luas bagi masyarakat Indonesia.
"Sehingga perekonomian nasional akan terus bergerak dan tumbuh secara berkelanjutan." ujar Mirza di Jakarta, Jumat (14/6/2024).
Mirza menyampaikan, untuk menerapkan kebijakan TKDN pada sektor migas, Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dan penyedia barang dan jasa harus berkomitmen untuk mengoptimalkan target capaian TKDN dalam setiap proses pengadaan barang dan jasa.
"Dalam rangka memastikan pemenuhan target capaian TKDN maka perlu dilakukan verifikasi TKDN yang dilakukan oleh Verifikator TKDN KKKS dan Surveyor Independen," ujar Mirza.
Secara verifikasi TKDN sudah tercatat dalam regulasi yang sudah diputuskan oleh Keputusan Direktur Jenderal (Dirjen) Migas. Namun, untuk memastikan verifikasi TKDN optimal, maka banyak yang harus di improvisasi kembali.
"Melalui Kepdirjen ini diharapkan dapat memberikan insight yang lebih fresh dalam proses verifikasi dan kualifikasi verifikator TKDN pada Hulu Migas sehingga menghasilkan hasil verifikasi yang akuntabel dan verifikator yang berintegritas," kata Mirza.
Lebih lanjut, Mirza mengatakan, peraturan pelaksana, Peraturan Menteri ESDM No.15 Tahun 2013 tentang Penggunaan Produk Dalam Negeri Pada Kegiatan Usaha Hulu Migas, menetapkan komitmen pemerintah untuk mendorong TKDN Hulu Migas.
Peraturan tersebut merupakan upaya pemerintah dan Kementerian ESDM berupaya meningkatkan pemberdayaan nasional melalui kerja sama antara semua pemangku kepentingan untuk mendorong dan menumbuhkan kemampuannya.
"Kebijakan ini akan meningkatkan efek berantai pada pengadaan barang dan jasa dengan memprioritaskan kemampuan dan rekayasa rancang bangun nasional untuk mendukung bisnis hulu minyak dan gas bumi," ujar dia.