Ilustrasi - Pengembangan ekosistem hidrogen di Indonesia (Foto: PLN)
INDONESIAINFO.ID - Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) meyakini pengembangan ekosistem hidrogen mampu mengakselerasi transisi energi dan mendongkrak pertumbuhan ekonomi di Indonesia.
Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi Kemenko Marves, Jodi Mahardi mengatakan, pengembangan ekosistem hidrogen akan memberikan keuntungan substansial bagi perekonomian.
Jordi pun meyakini Indonesia akan mampu memenuhi permintaan hidrogen global yang melonjak hingga 469 juta ton pada periode 2020-2050.
"Indonesia dalam posisi yang sangat baik dalam memenuhi permintaan pasar ekspor untuk hidrogen rendah karbon di masa mendatang," kata Jodi dalam Indonesia International Hydrogen Summit, di Jakarta, Rabu (19/6).Jordi juga meyakini, Indonesia mampu menjadi pemimpin pada produksi hidrogen biru karena melimpahnya sumber daya gas alam dan kapasitas penyimpanan CO2, terbesar kedua dan ketiga di Asia Pasifik.
Jodi menjelaskan, dalam mengoptimalkan potensi hidrogen, pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menerbitkan National Hydrogen Strategy yang menjadi peta jalan pengembangan hidrogen dalam era transisi energi.
Menurutnya, diperlukan koordinasi dan kolaborasi khususnya di regional Asia Tenggara untuk meningkatkan ekosistem hidrogen.Selain itu, diperlukan pula dukungan kebijakan untuk mendorong peningkatan produksi hidrogen oleh industri.
"Upaya-upaya ini akan memastikan PLN dapat mendorong kepemimpinan Indonesia dalam perekonomian hidrogen," ujar Jodi.
Sebagai informasi, salah satu kegunaan utama hidrogen bersih ialah untuk dekarbonisasi proses industri seperti manufaktur kimia dan penyulingan minyak. Hidrogen bersih juga dapat digunakan di sektor transportasi.