• LEGISLATIF

DPR Kaget, Anggaran Kementan Kecil

Agus Mughni Muttaqin | Jum'at, 21 Jun 2024 14:30 WIB
DPR Kaget, Anggaran Kementan Kecil Rapat kerja antara Komisi IV DPR RI bersama jajaran Kementerian Pertanian (Foto: Kementan)

INDONESIAINFO.ID - Anggota Komisi IV DPR RI, Ono Surono mengaku kaget dan bingung ketika mendengar anggaran Kementerian Pertanian (Kementan) turun jadi Rp 8,07 triliun. Dia bingung mengapa pemerintah menghilangkan sebagian anggaran yang ada sebelumnya.

Padahal, menurut Politikus PDI Perjuangan ini, pertanian adalah sektor vital sekaligus sektor paling dasar dalam menjaga kehidupan manusia. Hal itu disampaikan saat menggelar rapat kerja bersama jajaran Kementan, di Kompleks DPR RI, Senayan, Jakarta, pada Kamis (20/6/2024).

"Astagfirullahaladzim! anggaran yang dulu pagu indikatifnya mencapai 34 triliun, turun 27 triliun, turun lagi 21 triliun, turun 16 triliun, turun 14 triliun dan sekarang hanya 8 triliun," ujar Ono.

Ono mengatakan anggaran sekecil itu tidak akan mampu menyelesaikan persoalan pangan secara maksimal. Apalagi kata dia, berbagai negara di belahan dunia sudah bicara krisis pangan dan juga inflasi.

Bagi Ono, anggaran tersebut terlalu kecil dan perlu ditambah untuk meningkatkan produksi dan kesejahteraan petani.

"Kami dari Fraksi PDIP mendukung penuh upaya Pak Menteri (Andi Amran Sulaiman) untuk menaikkan pagu indikatif dari 8,07 triliun menjadi 34,7 triliun. Dan mudah mudahan kawan kawan di banggar juga memperjuangkan ini," katanya.

Meski demikian, Ono mengapresiasi kerja keras Mentan Amran yang terus memperjuangkan nasib petani sebagai pejuang kemakmuran perut jutaan masyarakat Indonesia. Dia berharap, perjuangan tersebut dapat diimbangi dengan tambahan anggaran di pagu mendatang.

"Saya apresiasi dan juga memberi applus untuk pak menteri yang sampai saat ini terus berjuang untuk para petani kita. Ingat petani adalah pejuang utama perut kita," katanya.

Di lokasi yang sama, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan implementasi berbagai program kementan berjalan dengan sangat baik. Saat ini, Kementan tengah memperluas areal tanam atau PAT di berbagai daerah.

Mentan menuturkan, petani tengah memasuki masa tanam dengan bantuan pompanisasi sebagai alat penyedot air untuk lahan tadah hujan yang mengalami kekeringan.

"Kami berupaya semaksimal mungkin untuk mengantisipasi musim kemarau dengan pompanisasi lahan sawah dan merehabilitasi jaringan irigasi untuk optimasi lahan," ujar Mentan.