Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan Rapat Kerja bersama Komisi VI DPR RI untuk mengesahkan sekaligus menentukan instrumen ratifikasi Indonesia dan Iran (Foto: Dok. Humas Kemendag)
INDONESIAINFO.ID - Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan optimistis terhadap ratifikasi Indonesia-Iran Preferential Trade Agreement (II-PTA) dapat mendongkrak perekonomian nasional di kedua negara.
Hal tersebut disampaikan oleh Mendag Zulkifli dalam Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi VI DPR RI, untuk mengesahkan sekaligus menentukan instrumen ratifikasi Indonesia-Iran II-PTA atau Persetujuan Preferensi Perdagangan, di Jakarta, Senin (8/7/2024).
"Kami optimistis ratifikasi II-PTA (Indonesia-Iran Preferential Trade Agreement) ini akan membawa dampak positif bagi perdagangan dan perekonomian dua negara (Indonesia-Iran)," kata Mendag.
Mendag Zulkifli menyampaikan, II-PTA merupakan persetujuan dagang kedua Indonesia dengan negara di kawasan Timur Tengah dan persetujuan dagang pertama Indonesia yang memiliki pengaturan Imbal Dagang sebagai satu alternatif transaksi perdagangan.
Menurutnya, melalui kerja sama ini, dapat mendukung pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19 serta meningkatkan kinerja makroekonomi Indonesia. Selain itu, dengan pengaturan Imbal Dagang akan mendorong meningkatnya transaksi perdagangan kedua negara.
Lebih lanjut, Mendag menjelaskan, dalam periode 5 tahun terakhir (2019–2023), neraca perdagangan Indonesia selalu mencatatkan surplus.
Kemudian, pada tahun 2023, total perdagangan Indonesia mencapai 206,9 juta dolar AS dengan nilai ekspor mencapai 195,1 juta dolar AS dan nilai impor mencapai 11,7 juta dolar AS. Sehingga Indonesia surplus 183,4 juta dolar AS.
Lebih lanjut, Mendag menuturkan,Iran merupakan negara terbuka dengan posisi strategis sehingga sangat potensial menjadi penghubung (hub) perdagangan kawasan Timur Tengah, Asia Tengah, hingga Asia Selatan.
"Iran juga pasar potensial bagi Indonesia dengan jumlah penduduk yang 88 juta jiwa. Struktur tarif Iran yang relatif tinggi itulah menjadi hambatan utama produk Indonesia untuk lebih berdaya saing," tutur Mendag.
Sebelumnya, Persetujuan II-PTA ditandatangani pada (23/5/2023) lalu, di Istana Bogor oleh Mendag kedua negara yang disaksikan oleh Presiden Joko Widodo dan Presiden Iran.