• EKSEKUTIF

Kemenhub Minta Setiap Keberangkatan Bus Didata

M. Habib Saifullah | Senin, 15 Jul 2024 10:41 WIB
Kemenhub Minta Setiap Keberangkatan Bus Didata Ilustrasi Bus (Foto: Dok. BUMN)

INDONESIAINFO.ID - Direktur Jenderal Perhubungan Darat (Dirjen Hubdat) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Risyapudin Nursin meminta setiap keberangkatan bus, dilakukan pendataan. Hal ini untuk mengoptimalkan pemberian informasi jika terjadi hal yang tidak diinginkan.

"Dengan adanya manifest yang terdata dengan baik, kita akan memiliki informasi yang akurat mengenai penumpang saat terjadi kecelakaan bus," kata Risyapudin saat mengunjungi Terminal Tipe A Mangkang Semarang di Semarang, Minggu (14/7/2024).

Risyapudin melakukan peninjauan pada pelayanan di beberapa Terminal Tipe A, yaitu, Terminal Tipe A Harjamukti Cirebon; Terminal Tipe A Tegal; Terminal Tipe A Pekalongan; Terminal Tipe A Mangkang Semarang dan Terminal Tipe A Tingkir, Salatiga.

Dalam kunjungan di beberapa terminal tersebut, Risyapudin menekankan pentingnya optimalisasi manifes keberangkatan kepada setiap bus.

Risyapudin mengatakan, optimalisasi manifes keberangkatan setiap bus harus menjadi perhatian karena akan mempermudah proses identifikasi korban dalam kecelakaan bus, sehingga penanganan dan penyampaian informasi kepada keluarga korban dapat dilakukan dengan cepat dan tepat.

Meski begitu, Risyapudin juga menekankan agar setiap kendaraan dipastikan sudah dilakukan ramp check atau kelaikan operasi sebelum melakukan pemberangkatan, guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

"Kendaraan yang beroperasi harus sesuai ketentuan dan dalam kondisi prima. Diperlukan juga edukasi kepada masyarakat untuk mengecek kondisi bus yang akan dinaiki melalui aplikasi Mitra Darat ataupun Spionam," kata Risyapudin.

Lebih lanjut, Risyapudin juga meminta kepada para Pengawas Satuan Pelayanan Terminal Tipe A untuk memaksimalkan pelayanan terminal dengan mengedepankan pelayanan yang informatif, selamat, dan aman.

"Dengan peningkatan ini, kita berharap setiap penumpang mendapatkan pengalaman yang lebih baik dan nyaman saat menggunakan fasilitas terminal," kata dia.

Risyapudin juga mengimbau para Perusahaan Otobus (PO) agar setiap bus memiliki dua pengemudi yang memiliki kualifikasi yang sama, bukan hanya supir cadangan yang seadanya.

"Pentingnya para pengemudi bus untuk beristirahat setelah 4-5 jam mengemudikan kendaraan," kata Risyapudin.

Pengemudi pengganti sangat diperlukan, guna meminimalisir kemungkinan terjadinya kecelakaan bus yang disebabkan oleh kelelahan maupun penggunaan pengemudi pengganti yang masih belum berpengalaman.

“Ke depannya kami akan mengembangkan konsep smart terminal dengan teknologi informasi sehingga terciptanya sinkronisasi data baik penumpang dan kendaraan bus di terminal," ujar dia.