Kemenperin mengadakan program Santripreneur, bentuk pelaku usaha di lingkungan pondok pesantren (Foto: Dok. Humas Kemenperin)
INDONESIAINFO.ID - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berupaya mendorong pertumbuhan industri kecil dan menengah (IKM) dengan membentuk pelaku-pelaku usaha, khususnya dunia pondok pesantren (Ponpes) melalui program Santripreneur.
Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin Reni Yanita mengatakan, melalui program Santripreneur, pihaknya telah membina ribuan santri untuk menjadi wirausaha baru (WUB).
"Melalui program Santripreneur kami sudah membina ribuan santri, dalam kurun satu dekade Ditjen IKMA sudah membina sebanyak 11.164 orang santri dari 114 pondok pesantren di berbagai wilayah di Indonesia," ujar Reni dalam keterangannya, dikutip di Jakarta, Senin (15/7/2024).
Menurutnya, ponpes memiliki potensi strategis untuk dikembangkan sebagai tempat penumbuhan ribuan WUB. Sebab, para santri yang memiliki keterampilan dan pengetahuan berwirausaha dapat menunjang peran penting ponpes sebagai `Agent of Development` dalam memacu pemberdayaan ekonomi masyarakat.
"Pengembangan wirausaha di pondok pesantren tidak hanya akan memberikan manfaat bagi individu yang terlibat, tetapi juga kontribusi positif bagi perekonomian lokal di sekitar pondok pesantren," ucap Reni.
Berdasarkan data Kementerian Agama (Kemenag), sampai tahun 2023, jumlah ponpes di Indonesia diperkirakan mencapai 37.626 unit yang tersebar di seluruh provinsi dengan total jumlah santri sekitar 4.853.197 orang.
Salah satu wilayah dengan jumlah pesantren terbanyak di Indonesia ialah Provinsi Jawa Barat (Jabar), dengan total 12.121 pesantren.
Masuk dalam wilayah Jabar, Tasikmalaya dikenal juga sebagai kota santri memiliki peluang besar untuk menjadi pusat perindustrian, ekonomi kreatif dan juga lokomotif bagi pergerakan ekonomi regional.
Karenanya, Ponpes Miftahul Huda Affandy di Tasikmalaya menjadi salah satu pondok pesantren yang mendapatkan Fasilitasi Bimbingan Teknis Produksi dan Fasilitasi Mesin/Peralatan WUB IKM Furnitur. Kegiatan dalam rangka pelaksanaan program Santripreneur ini dilaksanakan pada tanggal (13-17/7/2024).
“Kami harapkan Ponpes Miftahul Huda Affandy dapat menjadikan kegiatan dan fasilitasi yang diberikan ini sebagai pemantik tumbuhnya lini bisnis baru di pondok pesantren," ujar Reni.
"Kami juga mengimbau pengurus pondok pesantren untuk dapat mengidentifikasi kebutuhan pasar lokal di sekitar pondok maupun di Tasikmalaya terlebih dahulu, sebagai langkah awal dalam membangun lini industri yang berkelanjutan," ujar dia.
Pada bimbingan teknis tersebut para santri akan mendapatkan materi kewirausahaan dan success story dari salah satu pelaku IKM sukses di Tasikmalaya, serta materi terkait proses produksi dan diversifikasi produk oleh tenaga ahli.