Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah (Foto Kemnaker).
INDONESIAINFO.ID - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah, mengatakan bahwa digitalisasi dalam tata kelola penempatan pekerja migran Indonesia (PMI) sangat penting. Ia meyakini digitalisasi tata kelola akan meningkatkan aspek pelindungan bagi PMI.
"Saat ini kita telah memasuki era digitalisasi, dan tata kelola penempatan pekerja migran Indonesia harus dilakukan melalui sistem yang terintegrasi antara sistem yang dimiliki negara tujuan dengan sistem yang dimiliki Indonesia," kata Ida Fauziyah dalam keterangan resmi dikutip di Jakarta, Rabu (17/7/2024).
"[Digitalisasi tata kelola] ini sangat penting untuk memastikan migrasi ketenagakerjaan dilakukan secara aman, terarah, dan teratur sebagaimana mandat dari Global Compact Migration," sambungnya.
Menurut Menaker Ida, dengan sistem digital yang terintegrasi, monitoring terhadap pekerja migran Indonesia bisa dilakukan dengan lebih efektif sejak sebelum bekerja, selama bekerja, hingga setelah bekerja.
"Melalui sistem ini, kita dapat memantau keberadaan dan kondisi pekerja migran dengan lebih baik, memastikan mereka mendapatkan perlindungan yang layak," ujarnya.
Ida Fauziyah juga berpesan untuk dapat menjalankan tugas dan fungsi dengan baik, mempelajari dan memahami berbagai aturan terkait penempatan dan pelindungan pekerja migran, termasuk regulasi ketenagakerjaan di negara tujuan penempatan.
"Sebagai kepanjangan tangan dari Menteri Ketenagakerjaan, Anda semua wajib menjaga nama baik organisasi dan menjalankan tugas sebagai Aparatur Sipil Negara BerAkhlak serta memberikan pelayanan dan perlindungan bagi Pekerja Migran Indonesia selama bekerja," ujarnya.