• LEGISLATIF

Kemdikbud Sebut Pemajuan Pendidikan Vokasi Perlu Jalan Baru

Agus Mughni Muttaqin | Sabtu, 20 Jul 2024 21:30 WIB
Kemdikbud Sebut Pemajuan Pendidikan Vokasi Perlu Jalan Baru Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kemdikbud Ristek, Kiki Yuliati kegiatan Rembuk Pendidikan Vokasi dengan tema SkillsIndonesia 2045 (Foto: Humas Kemdikbud Ristek)

Indonesiainfo.id - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbud Ristek) menyelenggarakan kegiatan Rembuk Pendidikan Vokasi dengan tema SkillsIndonesia 2045.

Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kemdikbud Ristek, Kiki Yuliati, mengatakan bahwa SkillsIndonesia 2045 dirancang untuk bisa merespon secara cepat dan relevan permintaan dunia kerja yang terus berubah.

"Dengan melihat tantangan saat ini, diperlukan jalan baru pemajuan pendidikan vokasi yang lebih responsif, relevan, inklusif, inovatif, dan efektif sebagai upaya publik untuk kebaikan bersama menghela Generasi Emas 2045," ujar Kiki dalam keterngan resmi, Sabtu (20/7).

Karena itu, kata Kiki, diperlukan sistem yang bisa memantau dan menganalisis pergeseran pasar tenaga kerja dan perubahan kebutuhan keterampilan kerja.

"Sistem pendidikan vokasi perlu menggunakan informasi ini dengan lebih baik sehingga mampu menyesuaikan program mereka dan menawarkan pembelajaran yang relevan untuk dunia kerja,” katanya.

Lebih lanjut, Dirjen Kiki menyampaikan bahwa prinsip dasar dari SkillsIndonesia 2045 adalah inklusif, non-diskriminatif, dan memastikan semua warga Indonesia dapat menjadi pemelajar sepanjang hayat.

“Tujuan pembangunan pendidikan yang berkualitas secara global dalam Sustainable Development Goals adalah menjamin kualitas pendidikan yang inklusif dan merata serta meningkatkan kesempatan belajar sepanjang hayat untuk semua,” katanya.

Kiki menambahkan, kebijakan pembangunan berkelanjutan yang ramah lingkungan dan multidimensi telah menjadi agenda global.

Karena itu, ujar Kiki, diperlukan jalan baru pemajuan pendidikan vokasi yang menggeser penguasaan narrow skills ke broad-based competencies dan ke kapabilitas, sehingga lulusan vokasi mampu mempelajari hal-hal baru dalam pekerjaannya.

“Sudah saatnya pendidikan vokasi mengembangkan green skills untuk menghasilkan produk ramah lingkungan, serta program keahlian baru yang diperlukan untuk transisi menuju ekonomi hijau. Pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan perlu diintegrasikan ke dalam keseluruhan institusi pendidikan vokasi,” ucap Dirjen Kiki.

Selanjutnya, Dirjen Kiki mengatakan bahwa pendidikan vokasi ke depan harus menguatkan soft skills sehingga peserta didik dapat mengembangkan budaya kerja dan beradaptasi dengan lingkungan global, serta menyelesaikan masalah yang kompleks.