• EKSEKUTIF

Indonesia Ingatkan AS-Asean Harus Hormati Hukum Internasional

Agus Mughni Muttaqin | Sabtu, 27 Jul 2024 19:09 WIB
Indonesia Ingatkan AS-Asean Harus Hormati Hukum Internasional Menteri Luar Negeri (Menlu) Republik Indonesia, Retno Marsudi (Foto: Kemlu)

Indonesiainfo.id - Menteri Luar Negeri (Menlu) Republik Indonesia, Retno Marsudi menyatakan, hukum internasional harus dihormati semua pihak. Hal itu Retno sampaikan saat memimpin Pertemuan para Menlu ASEAN dan Amerika Serikat (AS) bersama Menlu AS, Antony Blinken, di Laos (27/7)

"Kemitraan ASEAN-AS pun harus bermanfaat bagi terciptanya perdamaian dan stabilitas dunia di samping kawasan," kata Retno dalam keterangan resmi dikutip di Jakarta, Sabtu (27/7).

Retno juga kembali mengajak AS dan ASEAN untuk terus memperjuangkan keadilan dan kemanusiaan, termasuk dengan terus mendorong tercapainya gencatan senjata permanen di Jalur Gaza.

“Hukum internasional harus ditegakkan di mana pun, di Ukraina, di Laut China Selatan, dan tentunya di Palestina,” kata Retno.

Selain itu, mengingat budaya dialog menjadi salah satu aspek penting dalam upaya menghormati hukum internasional, Retno juga menyambut baik komitmen AS untuk melanjutkan dialog dengan Republik Rakyat China.

Dalam kesempatan tersebut, Retno juga menuturkan bahwa kerja sama ASEAN-Amerika Serikat telah membuahkan hasil positif di berbagai bidang dan bahkan merambah ke sektor kerja sama baru meski hanya dalam beberapa tahun.

“Dalam tiga tahun terakhir, kita tela meraih begitu banyak hal bersama dalam rangka menguatkan kerja sama ASEAN-AS demi kepentingan bersama kawasan kita dan dunia,” kata Retno.

Sebagaimana pernyataan Kemlu RI yang diterima di Jakarta, Retno mengatakan bahwa kerja sama ASEAN-AS telah meningkat menjadi Kemitraan Strategis Komprehensif serta telah tercapai pernyataan visi bersama (joint vision statement) dalam agenda KTT ASEAN-AS pada Mei 2022.

AS juga telah menyepakati komitmen untuk bekerja sama dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik di kawasan ASEAN serta mendukung ASEAN Outlook on the Indo-Pacific (AOIP) sebagaimana kesepakatan bersama sebelumnya, untuk memajukan isu-isu utama seperti maritim, konektivitas, Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), dan ekonomi.

Retno juga menyoroti pembentukan ASEAN-US Center di Washington DC, sebuah wahana bagi mendorong kerja sama pemerintah dan swasta, sebagai sektor baru yang dirambah dalam kerja sama ASEAN-AS.

Selain itu, Retno menekankan pentingnya peran AS, sebagai anggota dari Mineral Security Partnership, untuk berkontribusi membantu negara-negara ASEAN mengembangkan kapasitas industri, termasuk untuk sektor mineral kritis, supaya dapat memenuhi standar lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) dalam aspek mineral.

Ia turut menegaskan bahwa negara-negara anggota harus memastikan sentralitas ASEAN tercermin dalam berbagai sektor kerja sama antara ASEAN dan AS.