• EKSEKUTIF

Menparekraf Bagikan Kiat Sukses Kembangkan Gastronomi

M. Habib Saifullah | Minggu, 28 Jul 2024 13:09 WIB
Menparekraf Bagikan Kiat Sukses Kembangkan Gastronomi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno saat dalam Nemuin Komunitas (Netas) di Ada Apa Dengan Kopi (AADK) di Malang (Foto: Dok. Humas Kemenparekraf)

INDONESIAINFO.ID - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno memberikan kiat sukses dalam mengembangkan gastronomi di Kota Malang kepada sejumlah komunitas.

Sandiaga mengatakan, gastronomi bukan hanya tentang makanan, tetapi juga tentang budaya, sejarah, dan identitas sebagai bangsa.

Oleh karena itu, dalam pengembangannya diperlukan konten kreatif yang mengedepankan narasi dengan menggunakan kekuatan budaya sebagai nyawa dari sebuah kuliner atau biasa yang disebut dengan storynomics.

"Jadi betul-betul memiliki filosofi, ada budaya yang terlibat, sejarah, ada story telling bagaimana oleh siapa, berapa yang terlibat bagaimana yang terlibat, resepnya seperti apa," kata Sandiaga dalam Nemuin Komunitas (Netas) di Ada Apa Dengan Kopi (AADK), Malang, Sabtu (27/7/2024).

Sandiaga mencontohkan seperti Ronde Titoni Malang yang sudah ada sejak tahun 1960-an. Menurut Sandiaga, ini bisa dikemas dengan narasi sejarah awal kemunculan dan caranya bisa bertahan hingga sekarang.

Sandiaga menilai cerita seperti itulah yang membuat orang akan penasaran dengan sebuah produk yang dihasilkan sehingga kemudian akan dicari oleh masyarakat luas. Dampaknya produk yang dikenalkan bisa dikenal hingga mendunia.

"Cerita-cerita seperti itu yang harus dikemas dan harus diceritakan kepada pelanggan sehingga potensi dari kuliner Malang ini bisa lebih banyak dikenal oleh nusantara dan dunia," kata Menparekraf.

Pada kesempatan ini Menparekraf juga mencicipi berbagai kuliner khas Malang yang sedang viral, salah satunya adalah Bakso Kirun, Ondenesia, dan Ronde Titoni. Menurutnya kuliner tersebut memiliki potensi yang besar untuk mendunia, jika dikemas dengan narasi yang menarik.

Menparekraf berharap acara Netas yang bertema gastronomi ini bisa menjadi wadah bagi komunitas untuk meningkatkan kesadaran, kolaborasi, dan inovasi bagi para pelaku gastronomi.

"Saya ingin mengajak seluruh komunitas yang hadir di sini untuk beraksi dan berkolaborasi secara langsung. Kita memiliki tanggung jawab besar untuk bersama-sama menerapkan gastronomi berkelanjutan di Indonesia," kata Menparekraf.