• EKSEKUTIF

Kementerian PPPA Latih Perempuan Warga Binaan Berwirausaha

Agus Mughni Muttaqin | Jum'at, 02 Agu 2024 17:39 WIB
Kementerian PPPA Latih Perempuan Warga Binaan Berwirausaha Menteri PPPA, Bintang Puspayoga daam pelatihan wirausaha perempuan warga binaan pemasyarakatan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIB Yogyakarta (Foto: Kementerian PPPA)

Indonesiainfo.id -  Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) bekerjasama dengan Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Agung Bali melatih 100 (seratus) perempuan warga binaan pemasyarakatan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIB Yogyakarta berwirausaha.

Menteri PPPA, Bintang Puspayoga mengatakan, pelatihan wirausaha tersebut bertujuan agar saat kembali ke keluarga dan masyarakat, para perempuan tersebut memiliki bekal life skill kerja dan kemampuan usaha untuk memulai kehidupan yang baru, serta mampu berkontribusi positif bagi kehidupan sosial dan perekonomian keluarga.

“Pelatihan life skill yang diselenggarakan Kemen PPPA diperuntukkan kepada warga binaan pemasyarakatan yang masa tahanannya mendekati 1 (satu) tahun sebelum masa bebas,” kata Bintang dalam keterangan resmi dikutip di Jakarta, Jumat (2/8).

Menteri PPPA menyampaikan rangkaian kegiatan bimbingan teknis dilaksanakan selama 5 (lima) hari dengan materi keterampilan di bidang tata kecantikan dan tata rias. Selain itu, peserta juga dibimbing untuk memahami bagaimana memulai usaha.

Menteri PPPA menyampaikan dalam melaksanakan pemberdayaan dan pendampingan bagi para perempuan warga binaan pemasyarakatan, sinergi dan  kolaborasi diperlukan untuk meraih hasil yang efektif dan berkelanjutan.

“Agar pemberdayaan perempuan warga binaan pemasyarakatan bisa dilaksanakan secara berkelanjutan, maka pendampingan dari hulu ke hilir harus dilaksanakan. Kami dari Kemen PPPA tidak bisa melakukannya sendiri, melainkan harus bersinergi dan berkolaborasi dengan kementerian/lembaga dan pemerintah daerah,” ujar Menteri PPPA.

Menteri PPPA berharap upaya pemberdayaan perempuan warga binaan pemasyarakatan tidak berhenti sebatas pemberian pelatihan. Pendampingan, dukungan pemasaran dan koordinasi permodalan usaha menjadi hal yang perlu diupayakan seluruh pihak.

“Setelah pelatihan ini, diperlukan assesmen potensi dan minat ibu-ibu warga binaan pemasyarakatan. Asesmen tersebut menjadi acuan untuk memetakan pelatihan dan pendampingan usaha seperti apa yang dibutuhkan agar bisa menaik-kelaskan usaha ibu-ibu. Di hilir, pemasaran juga penting agar produk-produk yang dikreasikan bisa dibeli orang lain sehingga bisa terus semangat berkarya,” kata Menteri PPPA.

Lebih lanjut, Menteri PPPA memberikan dukungan bagi para warga binaan untuk terus berkreasi dan meningkatkan kualitas diri sehingga nantinya ketika keluar dari lapas bisa meraih masa depan yang lebih baik.