Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono (kiri), tawarkan kerja sama budidaya tuna dan rumput laut ke Vietnam (Foto: Dok. Humas KKP)
INDONESIAINFO.ID - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan memperluas kerjasama komoditi perikanan dengan Vietnam dalam bidang budidaya tuna dan rumput laut.
"Saya mengundang investor Vietnam untuk investasi tuna dan rumput laut di Indonesia," kata Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti wahyu Trenggono dalam keterangannya, dikutip di Jakarta, Kamis (8/8/2024).
Sebelumnya, Indonesia dan Vietnam telah menjajaki kerja sama dalam bidang budidaya lobster, yang saat ini masih berlangsung dalam tahap pemeliharaan selama tiga bulan.
Menteri Trenggono mengatakan, kerjasama budidaya perikanan lobster dengan Vietnam telah diimplementasikan di Jembrana, Bali. Hingga saat ini, budidaya lobster masih berlangsung pada tahap pemeliharaan selama tiga bulan.
Sistem budi daya lobster di Jembrana dilaksanakan dengan mengadopsi teknik yang di terapkan di Vietnam berupa penggunaaan kerangkeng dan pemeliharaan pada kedalaman 15 hingga 20 meter.
Serta tata cara perlakuan penanganan benih bening lobster, penyegaran kembali, seleksi dan kontrol kualitas benih bening lobster dari nelayan di Instalasi Karantina Ikan sebelum ditransportasikan lagi pada unit budidaya.
"Saya mengucapkan terima kasih atas dukungan Kementerian Pertanian dan Pengembangan Pedesaan Viet Nam atas kerjasama pengembangan perikanan di Indonesia, khsusnya komoditas lobster," ujar dia.
Menteri Trenggono menjelaskan, beberapa kemajuan budidaya telah dilaksanakan bersama, di antaranya transfer teknologi manajemen budidaya lobster melalui pengembangan standar prosedur operasional pemeliharaan lobster yang diterapkan di Vietnam dan diadopsi di Indonesia.
"Berbagai hal tersebut, diharapkan dapat mengurangi nilai risiko kematian dan meningkatkan kelangsungan hidup lobster yang dibudidayakan," kata dia.
Sementara itu, Wakil Menteri Pertanian dan Pengembangan Pedesaan Vietnam, Phung Duc Tien menyatakan siap untuk mengimplementasikan kerjasama budidaya perikanan di komoditas tuna dan rumput laut dengan penandatangan perjanjiam kerjasama.
Menurut Phung, Indonesia memiliki potensi yang besar dalam produk budidaya perikanan tuna dan rumput laut.
“Kami akan siapkan draft kerjasama untuk pengembangan budidaya tuna dan rumput laut,” kata Phung.
PT Idovin Aquaqulture International, salah satu perusahaan yang berinvestasi dalam budidaya perikanan di Indonesia mengaku sangat terbantu dengan adanya kerjasama antara Indonesia dan Vietnam dalam pengembangan budidaya perikanan lobster.
Juru Bicara PT. Idovin Aquaculture International, Adinda Cresheilla menuturkan, pihaknya sudah menginvestasikan sebesar USD 4 Juta atau dalam rentan lima tahun ke depan sekitar USD 20 Juta dalam budidaya lobster di Keramba Jaring Apung (KJA) Jembrana, Bali.
“Kerjasama dengan Vietnam kami mempelajari etos kerja, disiplin para nelayan hingga teknologi dan ilmu pengetahuan. Kami optimisi dengan bekal pembelajaran itu mampu menghasilkan lobster yang berkualitas,” kata Adinda.