Asia Zero Emission Community (AZEC) Ministerial Meeting (Foto: Dok. Humas Kementerian ESDM)
INDONESIAINFO.ID - Indonesia akan menjadi tuan rumah 2nd Asia Zero Emission Community (AZEC) Ministerial Meeting, yang akan berlangsung di Jakarta, (20-21/8/2024).
Forum ini ditujukan sebagai salah satu langkah untuk mewujudkan emisi nol di kawasan Asia, serta untuk menggalang partisipasi badan usaha dalam upaya dekarbonisasi sekaligus sebagai forum business matching guna memperkuat kolaborasi.
Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agus Cahyono Adi mengatakan, melalui pertemuan tersebut akan menghasilkan beberapa hasil penting, antara lain The 2nd AZEC Ministerial Joint Statement.
Kemudian publikasi 70 Memorandum of Understanding (MoU) proyek AZEC baru dengan 30 proyek di antaranya berasal dari Indonesia, dan peluncuran Asian Zero Emission Center.
"Dengan adanya publikasi 70 MoU proyek AZEC baru, termasuk 30 proyek dari Indonesia, kita berharap dapat mendorong investasi dan kolaborasi yang lebih luas dalam upaya dekarbonisasi," kata Agus dalam keterangannya, dikutip di Jakarta, Juamt (9/8/2024).
Inisiatif baru yang akan diperkenalkan meliputi sektor listrik, transportasi, dan industri, dengan tujuan untuk mendorong kerjasama dalam keuangan, pengembangan sumber daya manusia, serta dukungan kebijakan dan teknologi.
"Pertemuan ini adalah momentum penting bagi Indonesia dan negara anggota AZEC lainnya untuk menunjukkan komitmen nyata dalam mencapai net-zero emissions," ujar Agus.
Pada pertemuan ini juga akan dilakukan penandatanganan beberapa MoU, yaitu Memorandum of Cooperation (MoC) on Energy Sector antara Indonesia dan Jepang.
Serta MoU on Cooperation in the Decarbonization of the Energy Sector antara Kementerian ESDM dan NEDO, yang akan memfokuskan pada pemanfaatan teknologi energi bersih dan efisiensi energi.
"MoU ini mencerminkan komitmen kuat dari Indonesia dan Jepang dalam mengatasi tantangan perubahan iklim. Kerjasama ini akan membuka peluang baru dalam sektor energi, khususnya dalam pemanfaatan teknologi bersih dan efisiensi energi." kata dia.