• EKSEKUTIF

Ini Kunci Sukses Gerakan Keluarga Maslahat

M. Habib Saifullah | Sabtu, 10 Agu 2024 12:44 WIB
Ini Kunci Sukses Gerakan Keluarga Maslahat Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dalam Rakernas GKMNU di Jakarta (Foto: Dok. Humas Kemenag)

INDONESIAINFO.ID - Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, keberhasilan program-program keluarga maslahat yang digagas Gerakan Keluarga Maslahat Nahdlatul Ulama (GKMNU) dan Kementerian Agama (Kemenag) salah satunya karena keterlibatan aktif masyarakat.

"Keberhasilan GKMNU ini tentu melibatkan semuanya, baik PBNU, Muslimat, Ansor, IPNU, IPPNU dan Kemenag yang menjadi tulang puggung gerakan ini. Bahkan, di beberapa kasus yang aktif adalah masyarakat desanya," kata Menag dalam Rakernas GKMNU di Jakarta, Jumat ((9/8/2024).

"Sehingga dengan biaya yang terbatas bisa berjalan dengan baik, karena masyarakatnya yang terlibat aktif," kata dia.

Menag juga menekankan, GKMNU merupakan inisiatif strategis yang dirancang untuk membawa perubahan positif di tengah-tengah masyarakat, khususnya pada lapisan paling bawah yaitu desa-desa.

Ia pun kembali mengingatkan terkait gagasan yang diinisiasi Ketua Umum PBNU ini bahwa gerakan tersebut bertujuan menciptakan keluarga yang maslahat, yang mampu memberikan manfaat tidak hanya bagi anggota keluarganya sendiri tetapi juga bagi masyarakat luas.

Menurutnya, GKMNU sudah terlibat dengan gerakan massif di masyarakat, meskipun terbatas di beberapa provinsi, baik penelolaan, pengorganisasian, maupun pengimplementasian program.

"Kita sudah bekerja dari 2022, ada masa jeda karena momen tertentu. Ini sudah diluncurkan di Jawa tengah, Jawa Timur, DIY, Banten, Jawa Barat dan Lampung. Nanti menyusul, Sumut, Kalsel, NTB, dan Sulsel saya kira kita bisa bergerak setelah raker ini," ujar dia.

Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf mengungkapkan bahwa GKMU merupakan gagasan paragdigmatik yang dibangun, yang selanjutkan dilegitimasi ke dalam kerja-kerja organisasi.

"Paradigmanya menyangkut keberadaan dan kehadiran NU di tengah-tengah kehidupan masyarakat bangsa negara dan kemanusiaan secara keseluruhan," kata Gus Yahya

Harapannya, gerakan ini akan semakin berkembang dan berdampak dan menandai kehadiran NU di tengah-tengah masyarakat. Karena itu, Gus Yahya berharap kerja sama gerakan ini bisa diperluas tak terbatas pada Kemenag melainkan ke semua instansi.

"Bekerja sama dengan Kemenag adalah awal. Saya harap bisa dikembangkan ke berbagai instansi karena semua berkaitan dengan keluarga. Bahkan kalau bisa internasional. Karena ini agenda strategis," ujar Gus Yahya.