• EKSEKUTIF

Menko PMK Minta Kemenkes Perhatikan Pendidikan Dokter Daerah Tertinggal

Agus Mughni Muttaqin | Minggu, 11 Agu 2024 17:14 WIB
Menko PMK Minta Kemenkes Perhatikan Pendidikan Dokter Daerah Tertinggal Menko PMK Muhadjir Effendy meresmikan meresmikan Gedung Medik Tahap 3 Rumah Sakit Siti Khodijah Cabang Sepanjang dan Rumah Sakit Ahmad Dachlan Kota Kediri (Foto: Kemenko PMK)

Indonesiainfo.id - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mendukung Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk mewujudkan transformasi kesehatan agar dapat lebih efektif dan efisien dalam memberikan pelayanan kesehatan.

Muhadjir minta Kemenkes menciptakan sebuah terobosan, khususnya dalam bidang pendidikan dokter bagi daerah tertinggal.

"Saya berpesan kepada Pak Dirjen Yankes Kemenkes agar ada suatu terobosan pendidikan dokter untuk daerah tertinggal seperti pada kasus tidak terdapatnya dokter di puskesmas Agandugume, Papua Tengah yang saya kunjungi belum lama ini," katanya dalam keterangan resmi, Minggu (11/8).

Keterangan tersebut Muhadjir sampaikan saat meresmikan Gedung Medik Tahap 3 Rumah Sakit Siti Khodijah Cabang Sepanjang dan Rumah Sakit Ahmad Dachlan Kota Kediri, Sabtu (10/8) bersama Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir.

Dalam kesempatan itu, Menko Muhadjir juga menyebut pemanfaatan produk lokal di bidang kesehatan terus digencarkan karena produk yang dihasilkan tidak kalah bagus dengan produk-produk yang ada pada saat ini.

"Marilah kita bertahap mulai menggunakan produk asli karya anak bangsa, salah satunya yakni infus Suryavena. Kualitasnya juga dapat bersaing dengan produk di pasaran," kata Muhadjir.

Sementara itu, Ketua Umum Haedar menyampaikan bahwa Organisasi Muhammadiyah akan selalu membangun untuk kepentingan umat dan bangsa. Di seluruh lini kehidupan baik itu pendidikan, sosial, ekonomi, budaya, maupun kesehatan.

"Kita satu periode ini membangun bidang ekonomi dan bisnis, bangun hotel, perumahan, rumah sakit. Semua itu tidak lain, kita ingin menunjukan agama harus hadir membangun dunia yang baik, yang bersih, yang tidak membawa mudharat," kata Haedar.