Menko PMK Muhadjir Effendy melakukan kunjungan kerja mengenai penurunan stunting dan kemiskinan ekstrem di IKN, Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur (Foto: Dok. Humas Kemenko PMK)
Indonesiainfo.id - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan, Provinsi Kalimantan Timur sebagai lokasi dari Ibu Kota Nusantara (IKN) harus memiliki sumber daya manusia (SDM) unggul yang sehat dan bebas dari stunting.
Terutama di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) yang merupakan pintu gerbang IKN, pembangunan di IKN harus dinikmati manfaatnya oleh masyarakat PPU maupun Kalimantan Timur.
"Generasi muda di PPU [Penajam Paser Utara] menjadi penentu masa depan IKN, maka dari itu perbaikan kualitas SDM melalui penanganan stunting harus dilakukan dengan masif dan intervensi yang harus dilakukan sejak remaja, pasangan usia subur, ibu hamil dan balita," kata Muhadjir dalam keterangan resmi dikutip di Jakarta, Kamis (15/8).
Keterangan tersebut disampaikan Muhadjir saat melakukan kunjungan kerja mengenai penurunan stunting dan kemiskinan ekstrem di Kelurahan Sotek, Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur, pada Selasa (13/8).
Kemudian, lanjut Muhadjir, untuk mempersiapkan SDM, di Kabupaten Penajam Paser Utara juga harus dibangun lembaga pendidikan yang berkualitas mulai dari jenjang menengah bawah, menengah atas, dan perguruan tinggi yang berkualitas.
Muhadjir juga mengatakan untuk perguruan tinggi juga sudah mulai banyak yang membangun kampusnya di Penajam Paser Utara. Hal ini dilakukan untuk memberikan kesempatan pendidikan tinggi yang berkualitas untuk anak-anak muda yang nanti sebagai penopang kemajuan di IKN.
"Lembaga pendidikan di sini harus diperbaiki sebaik-baiknya agar SDM di Penajam Paser Utara ini nanti bisa mengisi peluang kesempatan kerja dan kebutuhan lapangan kerja yang ada di IKN," jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Menko PMK melakukan dialog dengan keluarga yang memiliki anak stunting, ibu hamil, kader, bidan para pendamping lapangan, serta perangkat daerah terkait .
Muhadjir berpesan kepada para ibu untuk memberikan gizi yang cukup untuk anak-anaknya demi mewujudkan SDM yang unggul, sehat, kuat, cerdas, dan berakhlak mulia.
Dia juga berpesan kepada seluruh perangkat daerah, agar berfokus upaya pencegahan pada kondisi balita yang berat badan tidak naik, gizi kurang atau wasting sehingga tidak masuk dalam kategori stunting atau tidak lahir stunting baru.
"Upaya Intervensi pencegahan tersebut dilakukan mulai dari tingkat keluarga dan kelurahan. Lurah agar dipastikan melakukan pemantauan perkembangan ibu hamil dan ibu dengan bayi yang ada di wilayahnya dan segera dilakukan intervensi ketika sudah teridentifikasi memiliki permasalahan gizi serta memastikan dan mengawal pemenuhan gizi untuk mereka," kata Muhadjir.
Sebagai informasi, prevalensi stunting di Kabupaten Penajaman Paser Utara, dari tahun 2021 ke Tahun 2022 mengalami penurunan yaitu 27,3% menjadi 21,8%, kemudian kembali mengalami peningkatan pada tahun 2023 yaitu 24,6%.