Supratman Andi Agtas (kiri) dan Yasonna H. Laoly (kanan) dalam serah terima jabatan Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) (Foto: Dok. Humas Kemenkumham)
INDONESIAINFO.ID - Supratman Andi Agtas telah dilantik sebagai Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Supratman mengaku, dititipkan Presiden Jokowi untuk menyelesaikan pembahasan Rancangan Undang-undang (UU) di Parlemen.
Salah satu UU yang diperjuangkan ialah tentang Perkoperasian yang telah dibatalkan oleh Mahkamah Konstitusi (MK), padahal koperasi merupakan salah satu sokoh guru perekonomian Indonesia.
"UU ini menjadi perhatian. Saya harapkan Kepala BPHN dan Dirjen PP untuk berkomunikasi bersama Parlemen, baik di Komisi VI maupun Badan Legislasi," ujar Supratman dalam keterangannya, dikutip di Jakarta, Rabu (21/8/2024).
Sebelumnya, Supratman melakukan serah terima jabatan (sertijab) Menteri Hukum dan HAM bersama Yasonna H. Laoly, Selasa (20/8/2024) kemarin. Sertijab dilakukan setelah dirinya dilantik oleh Presiden Jokowi sebagai Menkumham sehari sebelumnya.
Untuk itu, Supratman meminta kepada segenap jajaran Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) untuk berkolaborasi demi kemajuan pelayanan publik. Ia tidak ingin ada perpecahan di dalam Kemenkumham karena pergantian pimpinan.
"Prinsip keberhasilan hanya satu yaitu kolaborasi. Tanpa kolaborasi tidak bisa kita berhasil. Saya tidak ingin di antara kita ada perpecahan karena pergantian pimpinan," ujar dia.
Mantan anggota DPR ini juga mengatakan akan melanjutkan seluruh capaian yang telah diraih Kemenkumham pada era Yasonna. Menurutnya, pimpinan dapat berganti, tetapi kinerja harus tetap berkelanjutan.
"Seluruh jajaran Kemenkumham, saya berharap apa yang dicapai oleh Yasonna mari kita lanjutkan. Yang kurang kita perbaiki," kata Supratman.
Sementara itu, Mantan Menkumham Yasonna H. Laoly mengatakan, terima kasihnya kepada seluruh jajaran Kemenkumham. Bagi dia, seluruh catatan baik Kemenkumham berhasil didapatkan karena kekompakkan dan kerja sama.
"Tidak mungkin menteri bekerja sendiri. Kekompakkan dan kebersamaan kita telah mengukir catatan-catatan baik selama saya memimpin Kementerian ini. Terima kasih untuk kerja keras dan dukungannya," ujar Yasonna.
Menkumham periode 2014-2024 ini mengajak jajaran Kemenkumham, mulai dari pimpinan tinggi hingga pegawai, untuk memberikan dukungan kepada Supratman sebagai Menteri Hukum dan HAM yang baru.
Sebagai informasi, Supratman merupakan politisi asal Sulawesi Tengah. Sebelum menjadi Menkumham, pria kelahiran (28/9/1969) ini memiliki pengalaman sebagai seorang advokat, akademisi, dan politikus.