• EKSEKUTIF

Gandeng Aspen Medical Australia Kemenpora Janji Kembangkan IPP

M. Habib Saifullah | Rabu, 21 Agu 2024 16:01 WIB
Gandeng Aspen Medical Australia Kemenpora Janji Kembangkan IPP Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) gandeng Aspen Medical Australia untuk kembangkan Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) (Foto: Dok. Humas Kemenpora)

INDONESIAINFO.ID - Dalam rangka mengembangkan Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) Indonesia, Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) melakukan penjajakan Letter of Inten (LoI) dengan Aspen Medical Australia.

Hal itu disampaikan Staf Khusus (Stafsus) Percepatan Inovasi Pemuda dan Olahraga, Hasintya Saraswati alias Ayas, yang mewakili Menpora pada LoI di GIPA’s Global Human Capital Summit 2024 di Jakarta, Selasa (20/8/2024).

"Alhamdulillah gayung bersambut dengan Aspen Medical dan berharap bisa memberikan pelatihan kepada pemuda-pemudi kita di bidang healthcare dan kebetulan mereka juga sudah bekerja sama dengan Pemda Jawa Barat akan membuka rumah sakit," ujar Ayas.

Ayas menilai, LoI yang nantinya akan juga dikembangkan menjadi perjanjian kerjasama menjadi salah satu cara untuk mengembangkan Indeks Pembangunan Pemuda (IPP). Adanya LoI ini akan mengirim beberapa pemuda-pemudi yang akan belajar langsung ke Aspen Medical Pusat di Australia.

"Kita ingin pemuda-pemudi kita mendapatkan practical skill bahwa mereka mendapatkan pengakuan internasional tapi juga mendapatkan knowledge yang bisa mereka implementasikan di dunia kerja," ujar dia.

Stafsus Ayas juga menyambut baik adanya penjajakan Letter of Inten (LoI) dengan Aspen Medical, Australia ini sesuai dengan salah satu program yang digagas oleh Menpora Dito yakni, Indonesian Dream.

"Kita penandatanganan Letter of Inten hari ini tujuannya adalah untuk mengembangkan Indonesian Dream. Arahan Mas Menteri (Menpora RI) adalah program Indonesian Dream tidak hanya sebatas cultural tapi kita ingin ke profesional," kata Stafsus Ayas.

"Usai LoI ini nantinya kita akan masuk lebih detail lagi ke PKS (Perjanjian Kerja Sama) tidak lagi ke MoU tapi langsung ke PKS detailnya seperti apa kerjasama antara kedua belah pihak," ujar dia menambahkan.