• EKSEKUTIF

Dirjen Kebudayaan Ingatkan Pemimpin Pahami Keberagaman Budaya

M. Habib Saifullah | Kamis, 29 Agu 2024 11:00 WIB
Dirjen Kebudayaan Ingatkan Pemimpin Pahami Keberagaman Budaya Dirjen Kebudayaan, Hilmar Farid (tengah), sebut pemimpin perlu memahami keberagaman budaya (Foto: Ist)

INDONESIAINFO.ID - Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek) Hilmar Farid mengingatkan, seorang pemimpin perlu memahami perbedaan dan keberagaman kebudayaan.

Menurut dia, kesadaran akan keberagaman kebudayaan memiliki sikap empati dan toleransi yang tinggi dalam merespon perbedaan artikulasi sudut pandang maupun kepentingan individu serta kelompok masyarakat yang tentu sedikit banyak dipengaruhi perbedaan kebudayaan tersebut.

“Ketika kita bisa mengenali sesuatu yang berbeda, itu langsung punya empati ya, jadi kita bisa mampu menempatkan diri di dalam posisi orang yang berbeda, jadi bukan cuma sekedar kita mentoleransi apa yang dilakukan gitu, tapi juga akan memiliki empati yang tinggi,” kata Hilmar dalam webinar bertajuk “Bridging Cultures, Building Leaders” di Jakarta pada Rabu, (28/8/2024).

Keberagaman kebudayaan itu, Hilmar menambahkan, mestilah dilihat sebagai fakta hidup yang tidak bisa dihindari oleh seorang pemimpin karena keberagaman itulah yang menjadi salah satu sarana individu, bahkan komunitas untuk bertahan hidup melalui berbagai pengetahuan lokal yang dihasilkan.

Karenanya, setiap pemimpin ketika merumuskan kebijakan atau proyek pembangunan sudah seharusnya mempertimbangkan keberagaman kebudayaan itu sejak semulanya dan tidak seharusnya melihat keberagaman sebagai hambatan.

Hilmar menyontohkan, penanganan krisis iklim tidaklah tepat bila kementerian atau lembaga terkait hanya menggunakan solusi modern yang dianggap sudah dapat menjawab permasalahan tersebut di seluruh wilayah, tanpa mempertimbangkan pengetahuan/ kearifan lokal tiap wilayah.

“Nah budaya juga kalau keanekaragamannya dipangkas, dibatasi dan seterusnya, itu ancamannya terhadap eksistensi kita sebagai manusia. Jadi buat kita di Indonesia apalagi yang sangat beragam ini, kemampuan mengelola keanekaragaman itulah yang harus diadakan,” ujar dia.