• EKSEKUTIF

Kementerian PANRB Percepat Integrasi Inovasi Data di JIPPNas

Agus Mughni Muttaqin | Sabtu, 14 Sep 2024 20:05 WIB
Kementerian PANRB Percepat Integrasi Inovasi Data di JIPPNas Kementerian PANRB menggelar FGD Rencana Kerja JIPPNas dan Perkembangan Pemutakhiran data inovasi pada web JIPPNas, di Jakarta (Foto: Humas Kementerian PANRB)

Indonesiainfo.id -  Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB)tengah melakukan petuakhiran data inovasi di laman Jaringan Inovasi Pelayanan Publik Nasional (JIPPNas).

Sekretaris Deputi Bidang Pelayanan Publik Kementerian PANRB, Akik Dwi Suharto Rudolfus, menuturkan bahwa pemutakhiran data yang dilakukan bersama Kementerian Dalam Negeri, dan Lembaga Administrasi Negara ini guna mempercepat integrasi data inovasi.

"Integrasi ini diharapkan untuk proses otomatisasi data antar sistem, menyederhanakan penyediaan data, dan menyediakan informasi yang real-time," ujarnya pada FGD Rencana Kerja JIPPNas dan Perkembangan Pemutakhiran data inovasi pada web JIPPNas, di Jakarta, Jumat (13/09).

Dijelaskan, data awal inovasi pelayanan publik dalam JIPPNas ini bersumber dari Kementerian PANRB hasil Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP), Kementerian Dalam Negeri dari Innovation Government Award (IGA), dan Lembaga Administrasi Negara dari Laboratorium Inovasi (LABINOV) yang berjumlah 2.928 inovasi pelayanan publik.

Dari jumlah data inovasi tersebut perlu dilakukan pemutakhiran dan validasi untuk memastikan bahwa data inovasi tersebut masih eksis berjalan dengan baik. Namun, dalam progresnya, masih terdapat beberapa kendala dalam pemutakhiran data inovasi tersebut.

"Dari 2.298 inovasi pelayanan publik di JIPPNas ini, kita sudah melakukan pemutakhiran data, disini kita lihat hasil pemutakhiran data kita tinggal 32 persen. banyak inovasi-inovasi yang sudah lama, namun tidak bisa dimutakhirkan," katanya.

Selain itu, Kementerian PANRB sedang merancang bentuk integrasi antar pemangku kepentingan melalui website JIPPNas (Kementerian PANRB, Tuxedovation (Kementerian Dalam Negeri), dan Inoland (Lembaga Administrasi Negara).

"Kita baru memulai dalam penyusunan integrasi, untuk itu hari ini diharapkan Bapak/Ibu bisa memberikan pandangan, bentuk integrasi, dan yang akan kita lakukan kedepannya dalam menyatukan, atau pertukaran data antara JIPPNas, Tuxedovation, dan Inoland," tuturnya.

Akik mengungkapkan bahwa nantinya pada integrasi data JIPPNas, tidak hanya untuk mengurangi redudansi data, tetapi juga untuk pertukaran data yang tidak menyulitkan.

Diharapkan juga, kedepan JIPPNas, tidak hanya dapat dimanfaatkan oleh Kementerian PANRB, Kemendagri, dan LAN, tetapi juga instansi-instansi terkait lainnya dalam melakukan pengembangan inovasi.