Gedung Kementerian Perindustrian, siswa SMK Kemenperin wakili Indonesia ikuti kompetisi industri 4.0 di Prancis (Foto: Humas Kemenperin)
Indonesiainfo.id - Dalam era revolusi industri 4.0, sektor manufaktur Indonesia tengah bertransformasi menuju produktivitas dan daya saing global. Untuk mendukung transisi ini, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) aktif dalam mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang terampil dan siap menghadapi tantangan teknologi modern.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan bahwa Kemenperin telah menyiapkan berbagai infrastruktur pendidikan vokasi untuk memenuhi kebutuhan SDM industri.
“Kami telah mengembangkan 13 pendidikan tinggi vokasi, sembilan SMK, dan tujuh Balai Diklat Industri (BDI) dengan spesialisasi dan kompetensi spesifik untuk membekali keterampilan secara mendalam,” katanya dalam keterangan resmi dikutip pada Rabu (18/9).
Bukti nyata dari keberhasilan pendidikan vokasi ini terlihat dari prestasi dua siswa SMK-SMTI Pontianak, Fikri Haykal Fahreza dan Muhammad Chairil Fathir Pahlevi, yang mewakili Indonesia di World Skills Competition (WSC) 2024 di Lyon, Prancis. Kompetisi yang berlangsung dari 10-15 September 2024 ini diikuti oleh 1.400 peserta dari berbagai negara dalam 59 kategori keahlian.
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin, Masrokhan, menjelaskan bahwa Fikri dan Fathir adalah wakil pertama Indonesia dalam kategori industri 4.0 di ajang ini. "Mereka berasal dari unit pendidikan vokasi kami yang telah menerapkan kurikulum berbasis 4.0 untuk mempersiapkan tantangan zaman,” ujarnya.
Partisipasi Indonesia di WSC 2024 merupakan hasil koordinasi antara Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi serta FESTO, mitra dari WSC. “Dua siswa ini dipilih melalui proses seleksi ketat dan persiapan intensif selama 5-6 bulan,” ujar Masrokhan.
Masrokhan menuturkan, keikutsertaan di WSC 2024 menegaskan komitmen Kemenperin terhadap program Making Indonesia 4.0, yang bertujuan mempercepat transformasi industri. “Kami memberi apresiasi kepada Fikri dan Fathir. Semoga kerja keras mereka membuahkan hasil yang membanggakan,” ujarnya.
Sebagai tambahan informasi, SMK-SMTI Pontianak menawarkan empat program keahlian: Teknik Kimia Industri, Teknik Pemesinan, Analis Pengujian Laboratorium, dan Teknik Otomasi Industri. Sekolah ini tidak hanya berorientasi pada kesiapan kerja tetapi juga mendorong siswa untuk berprestasi di tingkat internasional.
Baru-baru ini, tiga lulusan SMK-SMTI Pontianak juga menerima beasiswa penuh Guanxi Government Scholarship for ASEAN Students di Liuzhou Polytechnic University. Mereka adalah Ryo Carnavaro, Dion Justin Julian, dan Lenny Mulanur Putri.
Dengan langkah-langkah strategis ini, Indonesia menunjukkan komitmennya untuk memanfaatkan potensi SDM dan teknologi guna mencapai keunggulan di pasar global.