• EKSEKUTIF

Kementerian Kominfo: Baru 26 Persen UMKM Beralih ke Platform Digital

M. Habib Saifullah | Rabu, 18 Sep 2024 14:01 WIB
Kementerian Kominfo: Baru 26 Persen UMKM Beralih ke Platform Digital Direktur Jenderal Aplikasi Informatika (Aptika) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Hokky Situngkir dalam Talkshow Temu Bisnis Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) Tahap VIII (Foto: Dok. Kementerian Kominfo)

INDONESIAINFO.ID - Transformasi digital menjadi kunci bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk mengembangkan bisnis di tengah pesatnya perkembangan teknologi. Namun baru 26 persen UMKM yang beralih ke platform digital.

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Hokky Situngkir mengatakan, digitalisasi UMKM merupakan langkah krusial untuk meningkatkan kontribusi UMKM terhadap perekonomian nasional.

"Baru 26 persen dari 64 juta UMKM yang telah beralih ke platform digital. Potensi ini harus terus kita optimalkan," kata Hokky dalam Talkshow Temu Bisnis Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) Tahap VIII di Tangerang, Selasa (17/9/2024).

Menurut dia, digitalisasi membawa berbagai keuntungan, terutama dalam hal ekspansi pasar. Bahkan, digitalisasi mampu mengoptimalkan efisiensi operasional UMKM melalui manajemen rantai pasok yang lebih baik.

"Dengan digitalisasi, UMKM bisa memperluas jangkauan pasar, tidak hanya secara lokal tetapi juga internasional. Ini membuka peluang bagi mereka untuk meningkatkan volume penjualan dan potensi ekspor," ujar dia.

Lebih lanjut, Dirjen Aptika Kementerian Kominfo mengungkapkan bahwa digitalisasi meningkatkan peluang keberhasilan UMKM. Hal ini juga diiringi dengan akses lebih luas ke program pembiayaan dan investor bagi UMKM yang sudah go digital.

"UMKM yang sudah on-boarding ke platform digital memiliki peluang sukses yang lebih tinggi dibandingkan yang masih menggunakan metode konvensional," kata dia.

Meski menawarkan banyak manfaat, transformasi digital juga menghadirkan sejumlah tantangan. Dirjen Hokky Situngkir menyoroti kendala infrastruktur dan keterampilan digital yang masih menjadi hambatan utama bagi sebagian besar UMKM.

"Meski Indonesia termasuk negara paling terhubung, masih ada kesenjangan infrastruktur dan keterampilan digital yang membuat banyak UMKM kesulitan untuk bermigrasi ke dunia digital," ujar Hokky.

Isu keamanan siber juga menjadi perhatian utama dalam proses digitalisasi UMKM. Menurut Dirjen Aptika Kementerian Kominfo, banyak pelaku UMKM yang rentan terhadap serangan ransomware.

"Banyak UMKM yang menjadi korban serangan ransomware karena kurangnya kesadaran akan pentingnya keamanan siber. Ini adalah masalah serius yang harus segera diatasi," ujar dia.

Oleh karena itu, dalam menghadapi tantangan di masa depan, Dirjen Hokky Situngkir menekankan agar pelaku UMKM harus meningkatkan empat aspek utama, yaitu keterampilan digital, budaya digital, etika digital, dan keamanan digital.

"Ini adalah fondasi bagi UMKM untuk sukses dalam ekosistem digital," kata Dirjen Hokky.

Selain itu, Dirjen Aptika Kementerian Kominfo memperingatkan dampak negatif dari judi online yang dapat mengganggu ekosistem digital.

"Judi online adalah ancaman serius bagi ekonomi digital, terutama bagi pelaku UMKM. Oleh karena itu, kami terus berkolaborasi dengan berbagai platform untuk memutus akses ke judi online," ujar Dirjen Aptika.