Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma`ruf Amin pada Global Waqf Conference ke-12, Wapres menekankan pentingnya mobilisasi pengumpulan dan pengelolaan wakaf yang tepat untuk meraih kemaslahatan berlipat bagi bangsa (Foto: Humas Wapres)
Indonesiainfo.id - Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin mengatakan, sektor wakaf di Indonesia berpotensi besar menjadi katalisator peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Dalam pidato kunci secara virtual pada Global Waqf Conference ke-12, Wapres Ma`ruf menekankan pentingnya mobilisasi pengumpulan dan pengelolaan wakaf yang tepat untuk meraih kemaslahatan berlipat bagi bangsa.
"Wakaf, baik sosial maupun produktif, sangat relevan dengan strategi pemerintah dalam menurunkan angka kemiskinan dan menghapuskan kemiskinan ekstrem," ujar Wapres dalam keterangan resmi dikutip pada Rabu (25/9).
Wapres Ma`ruf menekankan bahwa optimalisasi wakaf dapat dilakukan melalui lima langkah strategis. “Pertama, seluruh unsur pemerintah agar memperkuat kerja sama guna merumuskan mekanisme pengembangan wakaf yang efektif dan inklusif,” ujarnya.
Salah satu kerja sama yang diperlukan, menurut Wapres, ialah penguatan landasan hukum dan pengawasan untuk memastikan pengelolaan wakaf sesuai syariah sehingga menjaga kepercayaan masyarakat terhadap lembaga wakaf.
“Kedua, lembaga keuangan syariah, termasuk perbankan dan asuransi syariah, agar terus berkolaborasi dengan lembaga wakaf,” ujar Wapres.
Kolaborasi lembaga keuangan syariah dan lembaga wakaf diharapkan dapat melahirkan berbagai pilihan instrumen wakaf, seperti tabungan wakaf, sukuk wakaf, dan asuransi wakaf, untuk semakin memperkaya opsi investasi dan donasi berbasis wakaf.
Ketiga, Wapres meminta pengembangan digitalisasi wakaf hendaknya menjadi fokus utama untuk mewujudkan transparansi dan akuntabilitas yang lebih baik.
“Kembangkan platform digital yang memudahkan masyarakat berwakaf dan sistem yang efektif memantau pengelolaan aset wakaf,” urainya.
Keempat, Wapres mendorong pengelolaan wakaf secara produktif guna memperluas pemberdayaan. Misalnya, melalui pemberian modal kerja dan pendampingan usaha pada sektor yang melibatkan masyarakat luas, seperti wakaf untuk rumah sakit, properti, perkebunan, dan sebagainya.
“Penyaluran manfaat wakaf harus tepat sasaran dengan memprioritaskan kantong kemiskinan dan kelompok rentan, seperti lansia, penyandang disabilitas, dan perempuan kepala keluarga,” kata Wapres.
Terakhir, Wapres mengajak semua pihak untuk terus meningkatkan kerja sama pengembangan wakaf hingga lintas negara, baik bilateral maupun multilateral.
“Kerja sama internasional dalam wakaf dapat meliputi pertukaran pengetahuan, pengembangan kebijakan, dan implementasi proyek lintas negara untuk memperkuat perannya dalam pembangunan global,” terang Wapres.
Mengakhiri pidatonya, Wapres berharap GWC ke-12 dapat menghasilkan terobosan dalam pengelolaan wakaf yang modern, produktif, dan inklusif. Ia mengajak semua pihak untuk mendukung kerja sama internasional agar wakaf dapat berkontribusi dalam mewujudkan keadilan sosial, pemberdayaan ekonomi, dan pembangunan berkelanjutan di tingkat global.
Dengan langkah-langkah strategis ini, wakaf tidak hanya menjadi instrumen keagamaan, tetapi juga menjadi pilar penting dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat Indonesia.