Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita (tengah) pada gelaran acara Penguatan Industri Melalui Optimalisasi Teknologi, Penghargaan Rintisan Teknologi Industri, dan Penghargaan INDI 4.0 Tahun 2024, di Jakarta (Foto: Kemenperin)
Indonesiainfo.id - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menekankan pentingnya sektor manufaktur sebagai motor penggerak ekonomi nasional alias berpengaruh signifikan pada pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.
Menteri Agus menuturkan, performa sektor manufaktur tersebut merupakan hasil dari percepatan dalam penerapan strategi Making Indonesia 4.0. Hal tersebut disampaikan pada gelaran acara Penguatan Industri Melalui Optimalisasi Teknologi, Penghargaan Rintisan Teknologi Industri, dan Penghargaan INDI 4.0 Tahun 2024, di Jakarta, Selasa (1/10).
"Performa sektor manufaktur yang prima tersebut juga dipacu oleh akselerasi penerapan peta jalan Making Indonesia 4.0. Ini merupakan strategi kunci bagi Indonesia untuk menjadi negara 10 ekonomi terbesar di dunia pada tahun 2030," ujarnya dikutip laman resmi, Rabu (2/10).
Disebutkan, pada triwulan II tahun 2024, pertumbuhan PDB Indonesia mencapai 5,05 persen, mengungguli banyak negara G20, termasuk Tiongkok, Rusia, dan Brasil.
Di tengah dinamika ini, industri pengolahan nonmigas berkontribusi signifikan, mencapai 16,70 persen terhadap PDB nasional dengan pertumbuhan yang menggembirakan sebesar 4,63 persen.
Data terbaru dari World Bank menunjukkan bahwa nilai Manufacturing Value Added (MVA) Indonesia menempatkan Indonesia di peringkat ke-12 dunia dengan nilai fantastis USD 255 miliar pada tahun 2023. Capaian ini menempatkan Indonesia di atas negara ASEAN seperti Thailand dan Vietnam, serta sejumlah raksasa ekonomi seperti Amerika Serikat, Jepang, dan Jerman.
Pada kesempatan ini, Menperin mengapresiasi laporan survei pada 76 industri yang menyandang gelar “Champion INDI 4.0” karena telah mencapai hasil positif dalam upaya melakukan transformasi industri 4.0.
Industri champion ini telah memenuhi kriteria-kriteria transformasi yang meliputi penurunan konsumsi energi mencapai 4% - 40%, peningkatan produktivitas sebesar 5% - 22%, dan penurunan cost production 3% - 78%.
“Saya senang bahwa hari ini bertambah 24 industri yang tergabung dalam Champion INDI 4.0, sehingga total kita memiliki 100 industri Champion INDI 4.0. Saya berharap, untuk tahun depan, penambahannya minimal bisa 50 perusahaan industri, namun tetap dengan kriteria yang ketat,” ujar Agus.
Menperin pun mendorong industri-industri yang tergabung dalam Champion INDI 4.0 untuk terus konsisten menjalankan transformasinya menuju industri 4.0.
“Mari kita jadikan peringatan enam tahun program Making Indonesia 4.0 ini sebagai momentum untuk mengakselerasi capaian transformasi sektor industri manufaktur kita semakin meningkat,” imbuhnya.
Menperin juga menyoroti kemajuan dalam ekosistem inovasi, yang tercermin dari kenaikan peringkat Global Innovation Index Indonesia.
“Peringkat yang meningkat menunjukkan kesiapan Indonesia untuk bersaing di kancah internasional. Penghargaan Rintisan Teknologi Industri (Rintek) yang kami berikan juga merupakan bentuk apresiasi terhadap inovasi yang telah dihasilkan oleh industri dalam negeri,” jelasnya.
Dengan memperingati enam tahun program Making Indonesia 4.0, Agus berharap momentum ini dapat mempercepat transformasi sektor manufaktur. Dengan komitmen dan strategi yang jelas, Indonesia berpotensi untuk semakin kuat dan berdaya saing dalam peta industri global.
Sebagai informasi, dalam rangka memperingati enam tahun program Making Indonesia 4.0 dan juga Hari Batik Nasional (HBN) yang jatuh pada tanggal 2 Oktober 2024, Kemenperin resmi meluncurkan Batik Motif Indonesia 4.0. Desain batik ini merupakan hasil kerja sama antara Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik (BBSPJIKB) Yogyakarta dengan IKM Guru Batik Indonesia.