Momen saat panen raya padi hasil program optimalisasi lahan (Oplah) di Kampung Telaga Sari, Kabupaten Merauke (Foto: Kementan)
INDONESIAINFO.ID - Kabupaten Merauke tepatnya di Kampung Telaga Sari tengah menyambut panen raya padi hasil dari program Optimalisasi Lahan (Oplah), yang digagas oleh Kementerian Pertanian (Kementan).
Tenaga Ahli Menteri Bidang Food Estate, Kementan Ida Bagus Purwalaksana turut menyaksikan proses panen raya tersebut. Dia mengatakan, para petani didorong untuk terus berinvestasi pada peralatan dan perawatan lahan agar hasil panen tetap optimal.
"Setelah panen, dapat uang, jangan terhenti atau hanya menunggu, tapi harus dilanjutkan secara mandiri. Gunakan uang tersebut untuk membeli bibit, pupuk, dan subsidi bahan bakar," ujar Ida di Merauke Selasa (8/10/2024).
Bantuan alat pertanian yang diberikan oleh Kementan juga diharapkan dapat digunakan secara bijak, termasuk dengan menyewakannya kepada sesama petani untuk tujuan perawatan dan pemeliharaan peralatan.
Kampung Telaga Sari memiliki areal persawahan seluas 1.058 hektare, dengan 888 hektare di antaranya sudah dioptimalkan melalui Program Oplah dengan produktivitas 6-7,5 ton/hektare.
Secara keseluruhan, program Oplah Merauke telah mencapai 100% dari target 40 ribu hektare yang tersebar di enam distrik, sehingga memastikan pemanfaatan maksimal potensi pertanian.
Sebagai informasi Merauke mencatat panen raya dengan total panen seluas 14.000 hektare, dengan peningkatan produktivitas mencapai 17% dan peningkatan produksi sebesar 27%.
Peningkatan ini merupakan hasil dari optimalisasi lahan seluas 40 ribu hektare yang didukung oleh sarana produksi dan bantuan alat-alat pertanian yang lebih efisien.
Program Optimalisasi Lahan ini menandai tonggak penting bagi Kabupaten Merauke dalam perannya sebagai pusat produksi padi nasional yang berkelanjutan, terutama dalam menghadapi tantangan iklim.