• DAERAH

Jawa Timur Jadi Provinsi Pertama Keluarkan Pergub Pesantren

M. Habib Saifullah | Minggu, 13 Okt 2024 19:05 WIB
Jawa Timur Jadi Provinsi Pertama Keluarkan Pergub Pesantren Illustrasi santri sedang belajar kitab kuning di salah satu Pondok Pesantren (Foto: Dok. Jurnas)

INDONESIAINFO.ID - Jawa Timur (Jatim) disebut sebagai provinsi pertama yang mengesahkan Peraturan Daerah (Perda) dan Peraturan Gubernur (Pergub) tentang Pesantren, setelah pemerintah pusat menetapkan soal Hari Santri Nasional.

Hal tersebut disampaikan oleh mantan Gubernur Jatim sekaligus calon Gubernur petahana Khofifah Indar Parawansa dalam acara Pengajian Hari Santri Nasional dan Peresmian Rehab Masjid Al Huda Tawangrejo, Kabupaten Blitar.

"Pergub tentang Pesantren pertama adalah Jawa Timur. Itu karena gubernurnya santri. Bagi saya pesantren adalah social capital, yang luar biasa," ujar Khofifah dalam keterangannya, dikutip di Jakarta, Minggu (13/10/2024).

Khofifah juga menyatakan pemerintah provinsi (Pemprov) Jatim memberikan perhatian untuk pesantren dan santri. Dia menceritakan saat zaman Gubernur Jatim Imam Utomo dan Pakde Karwo (Soekarwo), terdapat beasiswa S1 untuk santri.

Namun begitu dirinya menjabat di periode pertama, sudah menginisasi untuk menambah program beasiswa untuk santri dan guru madrasah diniyah, dengan tidak hanya untuk beasiswa S1, tapi juga S2 dan hingga S3.

"Dalam lima tahun kami memimpin, sudah ada 5.583 penerima beasiswa S2, S2, dan S3 untuk santri dan juga guru madrasah diniyah di Jawa Timur. Itu adalah bagian dari ikhtiar kita untuk meningkatkan kualitas SDM dari pesantren," ujar Khofifah.

Pihaknya juga membantu santri dengan memberikan program beasiswa dari Pemprov Jatim untuk santri asal Jatim kuliah di Universitas Al Azhar Kairo Mesir.

Dirinya bahkan Khofifah menghadap langsung pada Grand Syekh Al Azhar untuk mendapatkan kuota beasiswa santri Jatim kuliah di Al Azhar.

"Ini sudah masuk tahun ke empat. Per tahun ada sebanyak 30 santri Jatim yang kami berikan beasiswa kuliah di Azhar. Dan Alhamudulillah kuotanya ditambah tiga orang per tahun ini," ujar dia.

Terkait Hari Santri Nasional, Khofifah mengatakan, Hari Santri Nasional (HSN) menjadi momentum untuk mengisi kembali semangat bagi santri dan warga NU untuk terus menjaga persatuan dan keutuhan bangsa.