• EKSEKUTIF

Menteri PPPA Dorong Perempuan Warga Binaan Kuasai Ketampilan Khusus

Agus Mughni Muttaqin | Selasa, 15 Okt 2024 18:30 WIB
Menteri PPPA Dorong Perempuan Warga Binaan Kuasai Ketampilan Khusus Menteri PPPA, Bintang Puspayoga mendorong warga binaan perempuan membutuhkan keterampilan khusus untuk membiayai hidup mereka saat keluar dari lembaga pemasyarakatan (Foto: Kementerian PPPA)

Indonesiainfo.id - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga menegaskan para warga binaan perempuan membutuhkan keterampilan khusus untuk membiayai hidup mereka saat keluar dari lembaga pemasyarakatan (Lapas). Keterampilan ini penting karena stigma negatif masih terus melekat terhadap warga binaan.

“Kami memberikan perhatian besar untuk para perempuan warga binaan di lembaga pemasyarakatan. Mereka layak mendapatkan kesempatan kedua memiliki kehidupan yang lebih baik. Pada kenyataannya kita tidak bisa menutup mata terhadap kenyataan bahwa di masyarakat masih ada stigma negatif terhadap perempuan warga binaan. Mereka seringkali mengalami perlakuan yang kurang bersahabat ketika kembali ke masyarakat," ujarnya dalam keterangan resmi dikutip pada Selasa (5/10).

Untuk itu, kata Menteri Bintang, diharapkan melalui program pendampingan bagi perempuan warga binaan pemasyarakatan (WBP) di 10 provinsi di Indonesia, yang digulirkan Kemen PPPA sejak 2023, mampu mengubah cara pandang masyarakat bahwa warga binaan di lapas layak mendapatkan kesempatan untuk hidup lebih baik dan bermanfaat bagi masyarakat.

Disebutkan, berdasar data terakhir 14 Oktober 2024 yang dihimpun dari Sistim Database Pemasyarakatan (SDP) Publik dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, narapidana perempuan di Indonesia mencapai 10.053 orang. Mereka tersebar di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (33 orang), Lembaga Pemasyarakatan Khusus Perempuan (5.388 orang), Lembaga Pemasyarakatan (2.999 orang), dan Rumah Tahanan (1.628 orang).

Kemen PPPA, ujar Menteri Bintang, telah memberikan pendampingan keterampilan pada Lapas di Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, Bali, Yogyakarta, Jawa Timur, Sumatera Barat, Lampung, Jawa Barat, NTB, dan Banten. Ketrampilan yang diberikan menyesuaikan dengan jenis ketrampilan yang digemari warga binaan dan peluang ekonomi setelah nantinya mereka bebas.

Tahun 2023, ujar Menteri Bintang, Kemen PPPA memberikan kursus keterampilan tata rias kepada 400 perempuan warga binaan dan pada tahun 2024 Kemen PPPA melanjutkan program keterampilan tata rias pada 500 warga binaan lainnya.

“Keterampilan seperti tata rias kecantikan dipilih dengan harapan agar setelah bebas, perempuan warga binaan ini memiliki kemampuan untuk mandiri secara ekonomi dan mampu mendukung diri sendiri serta keluarga mereka. Program ini menunjukkan bagaimana kita bisa mempersiapkan mereka untuk masa depan yang lebih baik, di mana mereka tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga menjadi kontributor aktif bagi masyarakat," ujarnya.

"Perempuan yang dapat mandiri secara ekonomi akan menjadi hulu bagi pemecahan isu-isu perempuan dan anak lainnya seperti penurunan perkawinan usia anak, pekerja anak serta kekerasan terhadap perempuan dan anak," sambung Menteri PPPA.

Pada kesempatan ini juga dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Kemen PPPA dan XL Axiata.  Kemen PPPA akan melanjutkan kerja sama dengan PT. XL Axiata untuk memberikan berbagai pelatihan bagi warga binaan pemasyarakatan perempuan.

Menteri PPPA memberikan apresiasi atas kepedulian XL Axiata untuk meningkatkan kemandirian warga binaan perempuan. Bertepatan dengan penandatanganan MOU, juga dilakukan peluncuran bersama kolaborasi Kemen PPPA dan XL Axiata melalui program Sisternet “She Inspire” di Lapas Perempuan Kerobokan, Bali.

“Kami sangat mengapresiasi komitmen XL Axiata yang telah mendukung program ini dengan menyediakan berbagai fasilitas dan kesempatan belajar bagi perempuan warga binaan. Kami berharap MOU ini bukan sekedar dokumen semata tetapi menjadi pijakan program-program yang lebih bermanfaat bagi perempuan,” ujar Menteri PPPA.