• EKSEKUTIF

Baznas Luncurkan 10 Ribu Beasisiswa Kuliah bagi Santri

Agus Mughni Muttaqin | Selasa, 15 Okt 2024 19:05 WIB
Baznas Luncurkan 10 Ribu Beasisiswa Kuliah bagi Santri Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) merilis program 10.000 beasiswa santri, yang digelar pada Rapat Koordinasi Nasional Lembaga Amil Zakat (LAZ) 2024 di Hotel Bidakara, Jakarta (Foto: Dokumentasi BAZNAS RI/Humas/Madinah)

Indonesiainfo.id - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) merilis program 10.000 beasiswa santri, yang digelar pada Rapat Koordinasi Nasional Lembaga Amil Zakat (LAZ) 2024 di Hotel Bidakara, Jakarta.

Ketua Baznas Noor Achmad menyampaikan, Beasiswa Santri Baznas 2024 merupakan yang terbesar dari tahun-tahun sebelumnya. Dalam dua tahun terakhir Baznas telah membuka sebanyak 8.000 beasiswa santri.

“Tahun-tahun sebelumnya 8.000, sekarang ini 10.000. Pada 2022 diluncurkan sebanyak 3.500 dan tahun 2023 sebanyak 4.500, sehingga total menjadi 8.000. Dan yang sekarang ini tahun 2024 alhamdulillah bisa mencapai 10.000,” ujarnya dalam keterangan resmi dikutip pada Selasa (15/10).

Noor menuturkan, Beasiswa Santri Baznas diperuntukkan bagi mereka yang hendak melanjutkan jenjang pendidikan perkuliahan. Sejauh ini, lanjutnya, sebagian besar penerima Beasiswa Santri Baznas sebelumnya berhasil diterima di perguruan tinggi favorit.

“Dari 8.000 yang mendapat beasiswa itu alhamdulillah masuk di perguruan tinggi favorit baik dalam negeri maupun luar negeri. Saya berharap, seluruh LAZ di Indonesia dapat memberikan beasiswa kepada santri,” ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas saat meluncurkan program tersebut mengatakan, Beasiswa Santri Baznas ini menjadi kado bagi Hari Santri 2024. Menag berharap LAZ lainnya bisa mengikuti.

Menurut Gus Yaqut, Baznas maupun LAZ harus terus berkolaborasi dengan pemerintah. Hal ini penting dilakukan untuk mengembangkan perzakatan di Indonesia yang lebih baik.

"Dengan PMA terkait perzakatan sudah membuka lebar-lebar perizinan bagi LAZ. Potensi Zakat bisa dimaksimalkan dengan baik untuk kemaslatan umat," kata Gus Yaqut.

Bahkan, lanjut Menag Yaqut CSR BUMN yang dalam setahun bisa mencapai Rp13 Trilliun seharusnya bisa disinerginakan dengan Baznas.

"Ke depannya, Saya kira Baznas bisa bekerja sama dengan BUMN melalui CSR nya. Jika ini dikelola melalui Baznas dan LAZ dipastikan dapat dipertanggungjawabkan," kata Menag.

Menag juga menyampaikan bahwa Kemenag dan Baznas sudah membentuk Taskforce yang diperuntukkan untuk mengoptimalkan ZIS dan mentasyarufkannya sesuai peruntukannnya.

"Yang lebih penting juga pemanfaatan Teknologi Informasi. Pengumpulan zakat akan semakin agresif. Kita harus beradaptasi dengan perkembangan zaman. Para generasi muda yang menguasai teknologi bisa diberdayakan untuk layanan keagamaan yang mudah. Ini penting dan bermanfaat bagi LAZ. Mudah-mudahan pengabdian kita ini menjadi amal sholeh," ujarnya.