• EKSEKUTIF

Kementerian ESDM Kerja Sama Trilateral Eksplorasi Mineral Indonesia

Agus Mughni Muttaqin | Rabu, 16 Okt 2024 10:21 WIB
Kementerian ESDM Kerja Sama Trilateral Eksplorasi Mineral Indonesia Kementerian ESDM bersama Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Kyoto, Jepang menjalin kerja sama pengembangan teknologi eksplorasi mineral, guna meningkatkan pemanfaatan potensi mineral yang ada di Indonesia (Foto: Kementerian ESDM)

Indonesiainfo.id - Pusat Sumber Daya Mineral Batubara dan Panas Bumi (PSDMBP) Kementerian ESDM bersama Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Kyoto, Jepang menjalin kerja sama pengembangan teknologi eksplorasi mineral, guna meningkatkan pemanfaatan potensi mineral yang ada di Indonesia secara strategis.

Kepala PSDMBP Kementerian ESDM, Agung Pribadi, menyampaikan bahwa kerja sama trilateral ini diharapkan dapat menghasilkan inovasi-inovasi baru dalam bidang eksplorasi mineral, sehingga Indonesia dapat lebih mandiri dalam mengelola sumber daya alamnya.

"Kita akan berusaha sebaik mungkin menyukseskan penyelidikan ini, antara lain dengan menyediakan sampel-sampel batuan yang diperlukan, seperti yang telah diambil dari beberapa lokasi di Indonesia, yaitu dari daerah Banten, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi Utara," ujarnyadalam kterangan resmi dikutip pada Rabu (16/10)

Keterangan tersebut Agung sampaikan saat menghadiri rapat pembahasan kerja sama Trilateral yang berlangsung di Ruang Rapat Korundum, Gd. A.F. Lasut X, Lantai 2, PSDMBP, Bandung, Senin, (14/10).

Rapat ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan penyelidikan bersama yang telah dimulai sejak penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Badan Geologi dan ITB pada 11 Agustus 2023. Kerja sama ini mencakup bidang eksplorasi sumber daya, terutama mineral, yang memiliki potensi strategis di Indonesia.

Di sisi lain, ITB telah lama bekerja sama dengan Universitas Kyoto untuk mengembangkan teknologi eksplorasi energi panas bumi di Indonesia.

Di bawah skema SATREPS (Science and Technology Research Partnership for Sustainable Development), yang didanai oleh Japan International Cooperation Agency (JICA) dan Japan Science and Technology Agency (JST), proyek BAGUS (Beneficial and Advance Geothermal Use System) telah melibatkan kedua universitas ini sejak April 2015.

Salah satu hasil yang paling menonjol dari kerja sama ini adalah publikasi ilmiah yang berisi temuan-temuan terbaru dalam bidang eksplorasi mineral. Publikasi ilmiah ini diharapkan dapat menjadi rujukan penting bagi komunitas ilmiah dan industri pertambangan baik di dalam maupun luar negeri.

"Hasil yang diharapkan adalah pengembangan teknik dan analisis komposisi mineral yang lebih baik, serta peningkatan kemampuan dalam karakterisasi dan teknik ekstraksi yang lebih efisien. Semua ini akan membantu secara lebih luas dalam mengoptimalkan sumber daya mineral di Indonesia," ujar Agung.

Agung menuturkan, Specifying Control Factors on Ore Chemical Composition of Hydrothermal Deposits through Factor Analysis" adalah topik penyelidikan yang diajukan Universitas Kyoto dalam kerja sama ini. Ini terlihat dari presentasi Prof. Katsuaki Koike tentang studi komposisi unsur-unsur, analisis, dan mekanisme terjadinya mineralisasi di Jepang.

Dengan presentasi ini, diharapkan Universitas Kyoto dapat melakukan kajian yang sama di Indonesia, atau dengan kata lain dapat melakukan kajian perbandingan.

Agung menambahkan, kerja sama ini juga diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi PSDMBP, antara lain dengan meningkatkan kompetensi para pegawai PSDMBP yang ikut terlibat dalam penyelidikan tersebut.

"Jadi hasilnya, bukan sekadar publikasi ilmiah yang dapat menjadi referensi penting bagi komunitas akademis dan industri dalam upaya optimalisasi sumber daya alam yang ada di Indonesia," ujarnya.