• EKSEKUTIF

Presiden Jokowi: Riset Pertanian Indonesia Masih Tertinggal

M. Habib Saifullah | Kamis, 17 Okt 2024 11:05 WIB
Presiden Jokowi: Riset Pertanian Indonesia Masih Tertinggal Presiden Joko Widodo (tengah) dalam peresmian Pusat Riset Genomik Pertanian di Sumatera Utara (Foto: Dok. Setkab)

INDONESIAINFO.ID - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebutkan, Indonesia masih tertinggal dalam riset pertanian jika dibandingkan dengan negara lain.

Presiden Jokowi menyontohkan, produksi kopi per hektare di Indonesia hanya mencapai 2 hingga 2,3 ton, jauh di bawah negara lain yang mencapai 8 hingga 9 ton per hektare.

"Artinya, bibit benih unggul yang kita miliki kalah dengan mereka. Artinya, riset di sini kita juga masih kalah dengan negara-negara lain," kata Presiden Jokowi dalam peresmian Pusat Riset Genomik Pertanian di Kabupaten Humbang Hasundutan, Provinsi Sumatra Utara, Rabu (16/10/2024).

Oleh karenanya, Presiden Jokowi meresmikan Pusat Riset Genomik Pertanian di Sumatra Utara. Pembukaan Pusat Riset Genomik Pertanian ini merupakan langkah penting untuk meningkatkan produktivitas hasil pertanian di Indonesia.

Harapannya, produktivitas tanaman, baik itu kemenyan, kopi, padi, kentang, bawang merah, hingga bawang putih per hektarenya dapat meningkat dengan keberadaan pusat riset ini.

Selain itu, Presiden Jokowi juga mendorong kerja sama dengan negara lain untuk mendapatkan benih unggul dan meningkatkan hasil pertanian di Indonesia.

Apalagi saat ini indonesia tengah dihadapkan dengan perubahan iklim yang semakin nyata dirasakan dan dampaknya tidak hanya berkaitan dengan udara panas, tetapi juga produksi pangan dunia menjadi turun.

"Panasnya berapa bulan, hujannya berapa bulan, sulit sekarang ini diprediksi dan dihitung sehingga menyebabkan produksi pangan di semua negara, hampir di semua negara turun. Dan ketakutan dunia adalah nantinya terjadi krisis pangan," ujar dia.