• EKSEKUTIF

Kemenperin: Indonesia Masuki Gelombang Ketiga Perkembangan Konsumsi Kopi

Agus Mughni Muttaqin | Jum'at, 18 Okt 2024 09:53 WIB
Kemenperin: Indonesia Masuki Gelombang Ketiga Perkembangan Konsumsi Kopi Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Putu Juli Ardika pada pembukaan Kontes Kopi Spesialti Indonesia (KKSI) ke-16 di Kementerian Perindustrian (Foto: Kemenperin)

Indonesiainfo.id - Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Putu Juli Ardika mengatakan, Indonesia telah memasuki "gelombang ketiga" dalam konsumsi kopi, perubahan signifikan dalam cara masyarakat menikmati kopi.

Gelombang pertama ditandai dengan hadirnya produk kopi kemasan, sedangkan gelombang kedua muncul dengan maraknya kafe-kafe jaringan global yang menggunakan mesin espresso. Kini, gelombang ketiga didominasi oleh konsep specialty coffee yang menyajikan kopi berkualitas tinggi dari berbagai daerah, atau dikenal sebagai single origin coffee, menggunakan beragam teknik penyeduhan.

“Perkembangan tersebut menandakan bahwa Indonesia telah memasuki gelombang ketiga perkembangan konsumsi kopi, yang ditandai dengan semakin banyaknya konsumen kopi yang menjadi penikmat kopi,” ujar Putu dalam keterangan resmi dikutip pada Jumat (18/10).

Hal tersebut Putu sampaikan saat mewakili Menteri Perindustrian pada pembukaan Kontes Kopi Spesialti Indonesia (KKSI) ke-16 di Kementerian Perindustrian baru-baru ini.

KKSI yang diselenggarakan sejak 2008, menjadi platform penting untuk mengevaluasi dan merayakan kualitas biji kopi Indonesia. Kerja sama antara Kemenperin, Pusat Penelitian Kopi dan Kakao (Puslitkoka), dan Pranoto Soenarto Foundation (PSF) menjadikan kontes ini sebagai barometer perkembangan industri kopi lokal.

Dengan 39 Indikasi Geografis (IG) terdaftar, upaya ini tidak hanya melindungi reputasi kopi lokal, tetapi juga meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk asli Indonesia.

Industri kopi artisan Indonesia memiliki potensi luar biasa di pasar internasional. Pada Specialty Coffee Expo (SCE) di AS, 12 pelaku industri kopi Indonesia berkesempatan mempromosikan produk mereka, dengan potensi transaksi mencapai USD 27,1 juta.

Kemenperin juga aktif menggelar pameran, seperti pameran produk artisan kopi yang berlangsung pada Agustus 2024, guna memperluas jaringan dan penjualan kopi dalam negeri.

Kemenperin menawarkan berbagai program untuk mendukung pengembangan industri kopi, termasuk restrukturisasi mesin bagi pelaku industri dengan investasi di atas Rp10 miliar, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia seperti barista dan roaster.

Selain itu, standar kualitas produk dan sertifikasi juga ditingkatkan untuk menjamin daya saing kopi Indonesia di pasar global.

KKSI ke-16 tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga mengadakan berbagai kegiatan seperti pameran, bimbingan teknis cupping kopi, dan seminar nasional. Penentuan pemenang dari 532 sampel akan dilaksanakan pada 18 Oktober 2024, dengan harapan dapat meningkatkan kualitas kopi nasional dan daya saing produk olahan kopi Indonesia, baik di pasar domestik maupun ekspor.

Dengan semakin tingginya minat terhadap specialty coffee, Indonesia berpeluang besar untuk mengukuhkan posisinya di pasar kopi dunia. Dukungan dari Kemenperin dan partisipasi aktif pelaku industri akan menjadi kunci sukses dalam membawa kopi Indonesia menuju kancah global yang lebih bersaing.