• EKSEKUTIF

Menteri ESDM: Subsidi Tepat Masih Tahap Penggodokan

M. Habib Saifullah | Jum'at, 01 Nov 2024 13:05 WIB
Menteri ESDM: Subsidi Tepat Masih Tahap Penggodokan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia sebut subsidi tepat masih dalam tahap pengkajian (Foto: Dok. Kementerian ESDM)

INDONESIAINFO.ID - Menteri Energi dan Sumber Daya Minera (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan, kebijakan subsidi energi melalui program subsidi tepat masih dalam proses pengkajian mendalam.

Saat ini pemerintah sedang membentuk tim khusus yang akan berfokus pada subsidi tepat sasaran agar hanya masyarakat yang benar-benar berhak menerima manfaat dari subsidi ini.

"Pemerintah masih terus membahas beberapa langkah terkait dengan subsidi tepat sasaran, dan ini kita lagi godok," ujar Menteri Bahlil dalam keterangannya, dikutip di Jakarta, Jumat (1/11/2024).

"Kebetulan kami sendiri yang ditunjuk sebagai ketua tim dan dalam waktu dekat kita akan melaporkan ke Pak Presiden untuk jadi materi/bahan referensi keputusan presiden," imbuh dia.

Bahlil menyampaikan, kebijakan subsidi yang tepat harus ditinjau secara cermat karena berpengaruh langsung pada masyarakat. Menurutnya, pemerintah tidak ingin subsidi justru diberikan pada kelompok yang tidak berhak.

"Kita lagi hitung sekarang adalah tentang subsidi yang tepat sasaran. Data-datanya harus pas. Kemudian kita juga harus tahu siapa yang paling berhak untuk mendapatkan subsidi dan tidak. Semuanya saat ini masih dihitung. Jangan sampai subsidi jatuh kepada yang tidak berhak," kata dia.

Bahlil juga mengungkapkan bahwa pemerintah tengah mempertimbangkan beberapa skema pemberian subsidi, termasuk opsi subsidi langsung kepada masyarakat yang layak.

"Ada beberapa formula yang tengah kami kaji. Salah satunya adalah subsidi langsung. Jika kajian ini rampung, kami akan segera melaporkannya kepada Presiden," ujar Bahlil.

Pemerintah telah menetapkan alokasi anggaran subsidi energi untuk tahun anggaran 2025 mendatang. Fokus utama subsidi tahun depan tetap pada Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG).

Berdasarkan hasil rapat Kerja Menteri ESDM dengan Komisi VII DPR RI pada (27/8/2024) lalu ditetapkan, untuk volume BBM bersubsidi yang dialokasikan pada tahun 2025 mencapai 19,41 juta kiloliter (KL).

Rinciannya, minyak tanah sebesar 0,52 juta KL dan minyak solar sebesar 18,89 juta KL. Sementara itu, untuk LPG 3 kg, pemerintah mengalokasikan volume sebesar 8,2 juta metrik ton.

Pemerintah berharap skema subsidi yang lebih tepat sasaran dapat mendorong efisiensi anggaran sekaligus menjamin bantuan negara benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan.