Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian (Foto: Dok Kemendagri)
INDONESIAINFO.ID - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mendorong percepatan pengembangan industri gim nasional di tingkat daerah.
"Saya selaku Mendagri sangat mendukung kegiatan ini, program nasional ini. Karena ini sesuatu yang menurut saya harta karun," kata Mendagri dalam Keterangannya, dikutip di Jakarta, Sabtu (2/11/2024).
Dia menyampaikan, gim telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari anak-anak hingga orang dewasa di Indonesia.
Sayangnya, Indonesia belum menggali potensi tersebut dengan maksimal, padahal menjadi negara dengan penduduk terbesar nomor empat di dunia. Gim yang ada di Indonesia masih didominasi oleh produk dari luar negeri.
"Melalui ekonomi kreatif ini, di samping dapat mendapatkan tambahan atau lapangan pekerjaan, keuangan, dan lain-lain, saya melihatnya lebih jauh lagi, bagi teman-teman di daerah juga bisa mendapatkan PAD, Pendapatan Asli Daerah," kata dia.
Manfaat berikutnya dari pengembangan gim lokal yaitu bisa menjadi sarana sosialisasi untuk program-program pemerintah pusat maupun daerah. Mendagri memberi contoh gim terkait penanganan stunting, gim tentang pariwisata, gim tentang konservasi lingkungan, hingga gim tentang kepatuhan di jalan raya.
"Di samping itu yang penting lagi saya kira, manfaat bagi nasionalisme, karena kita tahu bahwa dalam era globalisasi ini, dominasi antarnegara tetap dilakukan untuk hegemoni. Selama ini instrumen yang digunakan militer, sekarang sudah beralih pada non-militer,” kata Mendagri.
Dia melanjutkan, infiltrasi budaya asing masuk ke Indonesia bisa memengaruhi nasionalisme warga negara melalui berbagai gim. Hal ini bisa ditangani dengan menghadirkan pahlawan (hero) nasional di dalam gim.
Apalagi ketika gim lokal Indonesia bisa mendunia, semisal di kawasan ASEAN, maka akan bisa memengaruhi pertaruhan budaya dan ideologi berpikir.
"Menampilkan superhero nasional, wisata nasional, daerah Indonesia. Ini akan menjadi promosi yang sangat bagus sekali dan juga membuka wawasan nasionalisme kita," ujar dia.