• EKSEKUTIF

Subsidi BBM dan Listrik Berpotensi Dicabut, LPG Dilanjutkan

M. Habib Saifullah | Selasa, 05 Nov 2024 09:47 WIB
Subsidi BBM dan Listrik Berpotensi Dicabut, LPG Dilanjutkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia sebut wacana pencabutan subsidi BBM dan listrik masih dalam tahap penggodokan (Foto: Ist)

INDONESIAINFO.ID - Wacana mengenai pencabutan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan listrik masih dalam tahap pengkajian yang mendalam. Namun jika terjadi pencabutan subsidi maka akan terjadi kenaikan harga BBM berjenis solar dan juga pertalite.

Meski demikian, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia selaku Ketua Tim Penggodok Kebijakan Subsidi Energi mengatakan, jika memang terjadi pencabutan subsidi, maka akan dialihkan dalam bentuk yang lain.

"Andaikan pun terjadi subsidi, nanti sebagian seperti kendaraan umum, plat kuning, itu masih kami pertimbangkan untuk tidak dicabut subsidinya (tetap subsidi harga)," ujar Menteri Bahlil di Jakarta, Senin (4/11/2024).

Adapun wacana pencabutan BBM subsidi ini ditenggarai oleh banyak dari subsidi yang diberikan ternyata tidak tepat pada sasaran target subsidi tersebut. Namun bagi subsidi yang sudah berjalan pada tempatnya maka akan tetap dilanjutkan.

"Ini kan sebenarnya subsidi ini kan ada yang tepat, semuanya harusnya subsidi ya, namun ada yang tidak tepat sasaran. Yang tidak tepat sasaran ini kita bentuk yang lain, tapi yang sudah sesuai sasaran tetap jalan," ujar Menteri Bahlil.

Lebih lanjut, Menteri Bahlil juga mengatakan, untuk subsidi Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kilogram akan tetap dilanjutkan. Hal ini dilakukan karena dinilai tidak ada yang perlu dikoreksi.

"Artinya untuk LPG masih berlaku seperti sekarang ini. Itu yang kami akan usulkan kepada Bapak Presiden. Karena ini terkait dengan UMKM, ibu rumah tangga, konsumsi rumah tangga," kata Menteri Bahlil.

Kemudian, jika memang terjadi pencabutan maka salah satu opsi dari metode pemberian subsidi ialah dalam bentuk Bantuan Langsung Tunai (BLT).

"Saya pikir BLT salah satu opsi dan akan diputuskan nanti pada hari yang tepat, opsinya saya pikir lebih mengerucut ke sana," ujar Bahlil.