• LEGISLATIF

DPR Desak Komdigi Serius Berantas Judi Online: Libatkan BIN-BSSN

Agus Mughni Muttaqin | Selasa, 05 Nov 2024 16:57 WIB
DPR Desak Komdigi Serius Berantas Judi Online: Libatkan BIN-BSSN Anggota Komisi I DPR RI, Syamsu Rizal MI (Foto: Istimewa)

Indonesiainfo.id - Anggota Komisi I DPR RI, Syamsu Rizal MI mengaku cemas dan berang dengan terjadinya berbagai kasus kriminal yang dipicu kecanduan judi online (judol) di Indonesia dalam beberapa waktu terakhir ini.

Untuk itu, Legislator PKB yang terpilih dari Dapil Sulawesi Selatan 1 ini mendesak Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) untuk melakukan langkah khusus dan serius dalam memberantas judi online.

“Komisi 1 DPR RI mendesak Komdigi segera mengambil langkah-langkah luar biasa (extraordinary),” ujar Syamsu Rizal dalam keterangan tertulisnya, Selasa (4/11).

Dia meminta Komdigi menjalin koordinasi yang lebih baik dengan berbagai staleholder dalam pemberantasan judi online ini. Menurutnya, kerja sama Badan Intelijen Negara (BN) Badan Siber dan Sandi Negara atau BSSN 

“Libatkan BIN dan BSSN. Tukar data dan sharing resources supaya bisa segera menumpas praktek Judol,” ucapnya.

Ia menroti dampak judi online yang luar biasa terhadap peningkatan kekerasan anak, perceraian rumah tangga bahkan sampai pada dekadensi moral anak menjadi alasan utama.

Deng Ical sapaannya menyebut di Jakarta, Pj Gubernur telah merilis 57 kekerasan anak karena judi online. Belum lagi, lanjutnya, angka perceraian yang disebabkan masalah rumah tangga yang terlilit pinjaman online.

“Sampai pada perubahan perilaku anak yang cenderung menyendiri dan asosial karena kecanduan judol,” sebut dosen Ilmu Komunikasi ini.

Sebelumnya Deng Ical mengapresiasi kinerja Komdigi yang telah mampu menutup 187.000 situs judi online.

“Ini langkah berani yang patut diacungi jempol,” sambung mantan Wakil Wali Kota Makassar ini.

Tantangan selanjutnya melanjutkan ke situs-situs yang lebih besar, bahkan yang terafiliasi dengan situs di luar negeri atau lembaga transnasional.

“Di situlah pentingnya koord lintas KL dan Badan. Kalau perlu minta bantuan Kemenlu untuk menjalin komunikasi dengan Interpol dan lembaga lainnya,” sarannya.

“Judol bisa saja menjadi bagian dari Proxy war internasional untuk melemahkan kekuatan Indonesia,” ujar Deng Ical.