• EKSEKUTIF

Pelaku Industri Kosmetik Meningkat, Sokong PDB Non Migas 6,8 Persen

M. Habib Saifullah | Selasa, 05 Nov 2024 21:28 WIB
Pelaku Industri Kosmetik Meningkat, Sokong PDB Non Migas 6,8 Persen Plt Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil (IKFT) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Reni Yanita (Kanan) sebut industri kosmetik sokong PDB non Migas sebesar 6,8 persen (Foto: Dok. Kemenperin)

INDONESIAINFO.ID - Industri kosmetik masih memiliki prospek bisnis yang besar dalam pengembangannya di Indonesia. Dalam tiga tahun terakhir, pelaku industri meningkat sebesar 43,11 persen.

Plt Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil (IKFT) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Reni Yanita mengatakan, industri kosmetik turut menyokong Pendapatan Produk Domestik Bruto (PDB) sebanyak 6,8 persen terhadap industri non migas.

"Kelompok industri bahan kimia dan barang dari bahan kimia, yang di dalamnya termasuk industri kosmetik juga berkontribusi cukup bagus, yaitu 6,8 persen terhadap PDB sektor industri pengolahan non-migas pada tahun 2023," kata Reni dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (5/11/2024).

Reni juga mengemukakan, industri kosmetik, yang termasuk dalam kelompok KBLI 20 kimia, berada dalam fase ekspansi selama 21 bulan berturut-turut, berdasarkan capaian Indeks Kepercayaan Industri (IKI).

Kinerja industri kosmetik ini juga memiliki andil besar terhadap performa IKI bulan Oktober 2024 yang berada di fase ekspansi dengan angka 52,75.

"Pencapaian tersebut menandakan juga bahwa pandangan pelaku industri terhadap kondisi iklim usaha Indonesia selama enam bulan ke depan tercatat masih optimis," ujar dia.

"Saat ini, tren memadukan zat bahan alam (organic based cosmetics) dari minyak atsiri, tumbuhan herbal, dan rumput laut mendorong industri lokal berinovasi menciptakan produk yang berkualitas dan memiliki nilai ekonomis tinggi," imbuh dia.

Berdasarkan data Statista, pendapatan dari penjualan kosmetik natural secara global diperkirakan akan tumbuh dengan rata-rata 6,85 persen hingga tahun 2028. Sedangkan, pendapatan nasional dari industri kosmetik natural diperkirakan tumbuh dengan rata-rata 5,9 persen hingga tahun 2028.

Selaras dengan tren tersebut, Indonesia memiliki potensi yang besar untuk menjadi negara sumber bahan baku kosmetik natural. Indonesia memiliki lebih dari 30.000 jenis tanaman berkhasiat.

"Namun, baru 350 jenis yang sudah dimanfaatkan oleh industri. Peluang ini harus dimanfaatkan oleh industri lokal untuk menciptakan keunikan dan daya saing baru produk kosmetik lokal," kata Reni.