• EKSEKUTIF

Dukung Pilkada Damai, Komdigi Bakal Gencarkan SMS hingga Patroli Siber

Agus Mughni Muttaqin | Kamis, 07 Nov 2024 13:15 WIB
Dukung Pilkada Damai, Komdigi Bakal Gencarkan SMS hingga Patroli Siber Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Meutya Hafid dalam Rapat Kerja bersama Komisi I DPR RI di Senayan, Jakarta (Foto: Komdigi)

Indonesiainfo.id - Menteri Komunikasi dan DIgital (Komdigi) Meutya Hafid mengatakan pihaknya berkomitmen menjaga proses Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak yang akan berlangsung pada 27 November 2024 berjalan dengan damai.

Untuk itu, kata Meutya, pihaknya menyiapkan dukungan komunikasi publik melalui Kampanye Pilkada Damai 2024, yang meliputi SMS Blast dan Ekosistem Media Digital, Monitoring dan Pengawasan Spektrum Frekuensi Radio (SFR), Dukungan Logistik, Pengamanan Ruang Digital dan Komunikasi Publik.

“Beberapa upaya untuk mendukung Kampanye Pilkada Damai tidak hanya SMS Blast, namun juga publikasi melalui ekosistem media digital yang berisi penyampaian imbauan Pilkada Damai," jelasnya dalam Rapat Kerja bersama Komisi I DPR RI di Senayan, Jakarta, Selasa (05/11).

Menurut Meutya Hafid, Kementerian Komdigi memiliki tanggung jawab memastikan layanan telekomunikasi berjalan baik selama rangkaian Pilkada Serentak 2024.

“Komdigi akan berkoordinasi dengan aparat keamanan untuk memitigasi gangguan terhadap frekuensi radio untuk komunikasi dan kebutuhan pengamanan,” ujarnya.

Selain itu, Kementerian Komdigi mendukung layanan logistik melalui PT Pos Indonesia untuk kelancaran dan kesuksesan Pilkada.

“Seperti penyiapan gudang pengangkutan sistem tracking yang terhubung ke sistem Komisi Pemilihan Umum, platform pengiriman logistik Pemilu, dan dashbord untuk monitoring distribusi logistik Pemilu secara realtime," tutur Menkomdigi.

Meutya juga menekankan pengamanan ruang digital dengan terus melakukan penanganan konten negatif seperti misinformasi, hoaks hingga ujaran kebencian yang tersebar selama rangkaian Pilkada. "Ditempuh dengan patroli siber terhadap pelanggaran-pelanggaran tersebut," tegasnya.

Kementerian Komdigi juga melaksanakan komunikasi publik agar berlangsung damai melalui media elektronik, online, dan cetak tapi juga forum tatap muka.

“Dukungan sosialisasi dilakukan untuk meningkatkan kesadaran publik tentang pentingnya partisipasi dalam Pilkada serta memastikan bahwa setiap pemilih mendapat informasi yang cukup,” tandasnya.