Tangkapan layar aksi para peternak sapi perah di Boyolali, Jawa Tengah membuang susu hasil produksi mereka (Foto: SS FB/Rocky Gerung)
Indonesiainfo.id - Anggota Komisi IV DPR RI, Riyono menanggapi terkait aksi para peternak sapi perah di Boyolali, Jawa Tengah, yang membuang susu hasil produksi mereka. Ia menilai aksi tersebut digelar karena pemerintah minim perhatian terhadap para peternak sapi.
“Aksi membuang susu ini merupakan aksi paling menyedihkan bagi peternak karena minimnya perhatian pemerintah terhadap mereka," ujar Riyono dalam siaran pers dikutip pada Selasa (12/11).
Mengenai hal itu, politisi Fraksi PKS ini meminta Kementerian Pertanian (Kementan) dan pihak terkait memahami secara mendalam visi ekonomi kerakyatan Presiden Prabowo Subianto.
"Visi ekonomi Prabowo terkait makan bergizi gratis yang di dalamnya ada susu, perlu direspons dengan langkah cepat dan aksi nyata oleh pemerintah daerah, baik kabupaten, provinsi, maupun Kementan, terkait keluhan peternak susu ini,” ujar Riyanto.
Menurutnya pemerintah harus memiliki formula agar para peternak sapi dapat meraih keuntungan dari hasil produksinya. “Beli susu dengan harga yang menguntungkan bagi peternak. Kementan perlu berkoordinasi dengan pemerintah provinsi untuk mencari solusi,” tambah Riyono.
Ia berharap ke depan tidak ada lagi peternak yang mengeluhkan hasil ternaknya, dan pemerintah mampu mendorong kemajuan perekonomian nasional sesuai visi misi Presiden Prabowo. “Impor bukan pilihan yang baik dan tidak berpihak kepada produk dalam negeri,” pungkasnya.
Sebelumnya viral video para peternak sapi perah di Boyolali, Jawa Tengah, membuang susu hasil produksi mereka. Setidaknya, 50 ribu liter susu, yang setara dengan Rp400 juta, terbuang dalam aksi mandi susu yang dilakukan oleh peternak, pelopor, dan pengepul susu di daerah tersebut beberapa waktu lalu.
Aksi ini merupakan bentuk protes terhadap kebijakan Industri Pengolahan Susu (IPS) yang menurunkan volume penerimaan susu dari produsen lokal. Akibat pembatasan ini, stok susu yang melimpah tidak dapat terjual.