Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) Kemendikdasmen, E. Aminudin Aziz (tengah) membuka diskusi kelompok terpumpun (DKT) bertajuk Komunitas Literasi dan Sastra Berkarya untuk Indonesia Emas Tahun 2024
Indnesiainfo.id - Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menekankan bahwa upaya peningkatan literasi perlu kolaborasi litas sektor.
Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Bahasa, E. Aminudin Aziz saat membuka acara diskusi kelompok terpumpun (DKT) bertajuk "Komunitas Literasi dan Sastra Berkarya untuk Indonesia Emas Tahun 2024", yang berlangsung dari 9 hingga 12 Desember 2024 di Jakarta.
“Sinergi antara pemerintah, komunitas, dan masyarakat menjadi kunci utama. Tanpa itu, literasi hanya akan menjadi jargon tanpa implementasi nyata,” ungkapnya.
Disebutkan, amanah literasi menjadi bagian terbesar yang harus dilaksanakan oleh Badan Bahasa guna meningkatkan kemampuan literasi masyarakat di seluruh wilayah Indonesia.
Tugas tersebut, kata Aminudin, tentu tidak dapat dilaksanakan sendiri oleh Badan Bahasa. Badan Bahasa perlu bekerja sama, bersinergi, serta berkolaborasi dengan komunitas literasi dan komunitas sastra.
Adapun DKT 2024 digelar sebagai rangkaian dari Festival Literasi Nasional (FLN) yang bertujuan meningkatkan kecakapan literasi masyarakat Indonesia secara komprehensif.
DKT kali ini mengangkat enam topik utama, yaitu sastra dalam persekolahan, penginternasionalan karya sastra, sastra anak, pelestarian sastra daerah, sastra digital, dan gerakan literasi semesta.
Topik tersebut diharapkan dapat memunculkan rekomendasi kebijakan strategis yang mampu menjawab berbagai tantangan literasi di Indonesia, baik di ranah pendidikan, budaya, maupun teknologi.
Diskusi ini juga menjadi momen untuk mempertemukan ide-ide inovatif dari berbagai kelompok. Kelompok diskusi melibatkan para ahli untuk merumuskan kebijakan tentang pengajaran sastra di sekolah, pelindungan sastra daerah, dan pengembangan sastra digital. Hasil diskusi akan disampaikan pada sesi penutupan untuk kemudian ditindaklanjuti dalam program pembudayaan literasi nasional.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, dalam pertemuan sebelumnya menekankan peran karya sastra dalam membangun visi bangsa. Karya sastra adalah cermin imajinasi kolektif yang membangun identitas bangsa.
“Jika kita ingin maju, kita harus berinvestasi pada budaya membaca dan literasi sastra,” ujar Menteri Abdul Mu`ti.
Sebagai bagian dari FLN 2024, DKT juga dirancang untuk memperkaya program-program literasi melalui berbagai inovasi. Dalam sesi khusus, peserta membahas strategi membangun peta jalan literasi semesta yang melibatkan semua elemen masyarakat, termasuk keluarga, sekolah, dan komunitas.
Disebutkan, Badan Bahasa telah menyiapkan langkah konkret berupa penyediaan bahan bacaan bermutu, pelestarian manuskrip kuno, hingga penerbitan sastra digital. Selain itu, berbagai kolaborasi dengan lembaga internasional direncanakan untuk memperluas akses sastra Indonesia ke kancah global.