Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa memberikan penghargaan kepada para pemenang Anugerah BBWI dan BBI di Gesibu Blambangan, Banyuwangi, Jumat (Foto: Kemenparekraf)
Indonesiainfo.id - Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa mengatakan, pariwisata kini menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Hal tersebut disampaikannya pada acara Malam Anugerah Bangga Berwisata di Indonesia (BBWI) dan Bangga Buatan Indonesia (BBI) 2024 di Gesibu Blambangan, Banyuwangi, Jumat malam (13/12/2024).
Menurut Wamenpar, sektor pariwisata Indonesia semakin menunjukkan kontribusinya terhadap perekonomian nasional, berkat program BBWI yang melibatkan kolaborasi antara pemerintah, industri, dan pihak terkait.
"Hingga Oktober 2024 jumlah perjalanan wisatawan nusantara ini sudah mencapai 839,39 juta perjalanan, hampir satu miliar perjalanan, itu luar biasa sekali. Dan untuk jumlah ini naik 21,87 persen dibandingkan dengan kumulatif periode yang sama pada 2023," ujar Ni Luh Puspa.
Wamenpar berharap jumlah perjalanan wisatawan terus berkembang, mendorong sektor pariwisata Indonesia ke level yang lebih tinggi. "Diharapkan jumlah perjalanan wisatawan nusantara ini bisa terus meningkat," ujarnya.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Kementerian Pariwisata berkomitmen untuk terus mengintensifkan program BBWI. Berbagai upaya dilakukan, mulai dari kampanye besar, integrasi paket wisata, hingga efisiensi biaya transportasi untuk meningkatkan daya saing destinasi wisata.
"Kami juga terus mengharapkan dukungan dari seluruh pemangku kepentingan untuk menggalakkan program BBWI ke depan,” kata Wamenpar.
Selain itu, lanjut Wamenpar, semangat Bangga Buatan Indonesia (BBI) juga turut memberikan dampak positif, khususnya bagi sektor UMKM dan produk lokal.
Wamenpar mengatakan, digitalisasi yang dijalankan melalui BBI terbukti memperkuat posisi produk-produk lokal Indonesia, yang semakin banyak dijual di platform marketplace dan dikenal luas oleh pasar global.
Sebagai informasi, terselenggaranya Malam Anugerah BBWI dan BBI 2024 merupakan hasil kolaborasi yang erat antara Kemenpar dengan Kementerian Usaha Mikro,Kecil dan Menengah, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, dan didukung penuh oleh Lembaga Penjamin Simpanan.