• EKSEKUTIF

Pemerintah Bakal Persingkat Proses Izin Pembangunan SPBUN

Agus Mughni Muttaqin | Senin, 16 Des 2024 19:30 WIB
Pemerintah Bakal Persingkat Proses Izin Pembangunan SPBUN Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mendengar aspirasi para nelayan terkait kebutuhan Bahan Bakar Minyak (BBM), saat memantau penyaluran BBM untuk masyarakat pesisir di SPBUN 68.76103, Manggar Baru, Balikpapan, Kalimantan Timur, Sabtu (Foto: Kementerian ESDM)

Indonesiainfo.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan, pemerintah akan mempersingkat proses perizinan pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN) agar kebutuhan energi di kawasan pesisir dapat terpenuhi.

Hal tersebut disampaikan Bahlil usai mendengar aspirasi para nelayan terkait kebutuhan Bahan Bakar Minyak (BBM), saat memantau penyaluran BBM untuk masyarakat pesisir di SPBUN 68.76103, Manggar Baru, Balikpapan, Kalimantan Timur, Sabtu (14/12).

"Ada permohonan dari mereka yang harus kita lakukan, termasuk memperpendek birokrasi pengajuan untuk pembangunan SPBU. Saya dapat memahami perasaan mereka, karena keluarga saya kan nelayan juga," kata Bahlil.

Usai meninjau Refinery Unit V Balikpapan, Bahlil menyampaikan bahwa pemantauan ini sekaligus memastikan ketercukupan kebutuhan BBM bagi nelayan berjalan lancar menjelang Natal 2024 dan Tahun Baru 2025.

"Setelah ke kilang, hari ini saya juga mengunjungi lokasi SPBU Nelayan untuk memastikan ketersediaan BBM bagi nelayan menjelang Natal dan Tahun Baru. Dan saya senang sekali melihat kondisi masyarakat di sini," ujar Bahlil.

Ia menegaskan bahwa perhatian pemerintah terhadap kebutuhan nelayan bukan hanya soal akses energi, tetapi juga sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan mata pencaharian masyarakat pesisir.

Keberadaan SPBUN di Balikpapan sendiri dinilai memberikan manfaat langsung bagi nelayan. Erwan (43), seorang anggota Kelompok Usaha Bersama (KUB) Nelayan Bersatu, menyebutkan bahwa program ini telah membantu mengatasi kendala akses BBM.

Meski demikian, ia berharap kuota yang ada dapat ditambah agar para nelayan bisa lebih sering melaut. "Kami dari KUB Nelayan Bersatu merasakan manfaat keberadaan SPBU ini. Namun, kami minta ditambah kuotanya agar kami dapat melaut dua kali sebulan," ujar Erwan.

Saat ini, untuk memenuhi kekurangan BBM, para nelayan terkadang membeli stok dari rekan mereka yang tidak melaut. "Kami membeli dari nelayan yang tidak melaut dengan harga yang sama dengan SPBUN. Ini agar kami bisa melaut dua kali sebulan untuk mendapat hasil yang lebih baik," ujar Erwan.

Sebagi informasi, SPBUN merupakan inisiatif pemerintah untuk mempermudah akses BBM bagi nelayan di seluruh Indonesia. Hingga saat ini, sebanyak 415 SPBUN telah dibangun di berbagai wilayah pesisir.

Berdasarkan data Kementerian ESDM, penyaluran Jenis BBM Tertentu (JBT) Solar di SPBUN 68.76103 Balikpapan hingga November 2024 mencapai 895 kiloliter atau 91,42 persen dari total kuota sebesar 979 kiloliter.