• EKSEKUTIF

Seni Budaya Diyakini Efektif Majukan Pemberdayaan Perempuan dan Anak

Agus Mughni Muttaqin | Kamis, 26 Des 2024 15:31 WIB
Seni Budaya Diyakini Efektif Majukan Pemberdayaan Perempuan dan Anak Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Veronica Tan dalam acara peluncuran Buku Antologi Puisi Bersama dan Diskusi Ibu, Aku Anakmu, Selasa (Foto: Kemen PPPA)

Indonesiainfo.id - Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Veronica Tan mendorong penguatan kolaborasi antara kementerian, pemerintah daerah, dan komunitas dalam memajukan pemberdayaan perempuan dan anak.

Menurut Veronica, sinergi yang kuat tidak hanya diperlukan untuk memberikan perlindungan, tetapi juga untuk menciptakan anak-anak yang berprestasi dan berdaya saing.

“Kolaborasi ini sejalan dengan visi Presiden untuk membangun bangsa yang lebih kuat melalui pemberdayaan perempuan dan anak. Seni dan budaya dapat menjadi alat edukasi yang sangat efektif dalam mencapai tujuan tersebut," katanya.

Hal tersebut disampaikan Wamen PPPA dalam acara peluncuran Buku Antologi Puisi Bersama dan Diskusi “Ibu, Aku Anakmu”, pada Selasa (24/12).

Dalam kesempatan itu ia menyebut inisiatif seperti buku dan puisi-puisi karya seniman Indonesia dapat memberikan ruang bagi kreativitas anak-anak, sekaligus menghidupkan kembali budaya lokal dengan pendekatan yang relevan dengan tren masa kini.

Wamen PPPA menyoroti pentingnya ruang kreatif seperti Taman Ismail Marzuki sebagai wadah pengembangan bakat seni dan budaya.

Ia mengapresiasi seniman dari seluruh Indonesia yang terus berkarya melalui puisi dan karya seni lainnya. Menurutnya, kreativitas ini harus didukung oleh pemerintah melalui penyediaan fasilitas yang memadai dan kurasi yang terarah.

“Kita butuh ruang untuk anak-anak kita, agar talenta-talenta mereka dapat berkembang dan diapresiasi. Mengangkat budaya lokal melalui media modern, seperti musikal atau lagu-lagu anak dengan sentuhan baru, dapat menjadi solusi untuk menarik perhatian generasi muda. Penting juga sistem kurasi untuk menampilkan talenta dari berbagai daerah di panggung nasional,” kata Wamen PPPA.

Selain itu, Wamen PPPA menyoroti perlunya koordinasi yang lebih baik antara kementerian dan pemerintah daerah untuk menciptakan program-program berbasis keluarga, seperti perencanaan keluarga yang berkualitas dan pemberdayaan perempuan.

Ia mengatakan bahwa anak yang berprestasi, ibu yang berdaya, dan keluarga yang berkualitas harus menjadi tujuan kita bersama.

"Saya berharap acara ini dapat menjadi langkah awal menuju kolaborasi lintas sektor yang lebih erat, dengan target meningkatkan kesadaran dan solusi konkret untuk tantangan sosial yang dihadapi perempuan dan anak di Indonesia," kata dia.

"Kolaborasi tidak bisa dilakukan hanya sekali, dibutuhkan pertemuan rutin untuk mengubah pola pikir dan mencapai target yang jelas. Saya yakin, jika kita bekerja sama, dalam 3 hingga 5 tahun kita bisa melihat perubahan signifikan dalam membangun bangsa yang lebih baik,” kata Wamen PPPA.