• EKSEKUTIF

Kementan dan Polri Akan Tanam Jagung Seluas 1,7 Juta Hektare

Agus Mughni Muttaqin | Senin, 30 Des 2024 22:05 WIB
Kementan dan Polri Akan Tanam Jagung Seluas 1,7 Juta Hektare Rapat Koordinasi Peran Polri dalam Mendukung Ketahanan Pangan di Jakarta, Jumat (Foto: Kementan)

Indonesiainfo.id - Kementerian Pertanian (Kementan) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) akan melaksanakan program tanam jagung serentak di berbagai wilayah Indonesia, mulai pada 19 Januari 2024. Total lahan yang akan ditanami jagung mencapai 1,7 juta hektare.

Plt. Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian, Ali Jamil, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk memaksimalkan pemanfaatan lahan perkebunan dan lahan kering lainnya guna meningkatkan produksi jagung nasional.

“Total lahan yang akan ditanam mencapai 1,7 juta hektare dengan produktivitas rata-rata 4 ton per hektare. Dari luas tersebut, diharapkan 60% efektif ditanam, menghasilkan tambahan produksi sebesar 4 juta ton jagung atau meningkat 25% dari eksisting,” kata Ali Jamil dalam Rapat Koordinasi Peran Polri dalam Mendukung Ketahanan Pangan di Jakarta, Jumat (27/12/2024).

Program ini melibatkan berbagai pihak, termasuk Polri yang akan mendukung pengawasan distribusi sarana produksi dan BULOG sebagai off-taker hasil panen. Kerja sama ini bertujuan memastikan penyediaan benih unggul, pupuk, dan alat mesin pertanian (alsintan) berjalan sesuai rencana.

Selain itu, koordinasi dengan pemerintah daerah menjadi kunci utama untuk menggerakkan penyuluh pertanian dan mendukung pengelolaan usaha tani secara efektif.

Kolaborasi antara Kementan dan Polri juga mencakup pengawalan distribusi pupuk subsidi yang dilakukan oleh Babinkamtibmas. Hal ini bertujuan untuk memastikan distribusi yang transparan dan menjangkau petani di seluruh wilayah yang menjadi target tanam.

Sebaran target tanam jagung dalam program ini mencakup beberapa provinsi strategis, di antaranya Kalimantan Tengah dengan luas 208.136 hektare, Kalimantan Barat 191.838 hektare, dan Sumatera Selatan 156.431 hektare.

Selain itu, wilayah sentra produksi seperti Sulawesi Selatan, Lampung, dan Jawa Tengah juga menjadi prioritas.

Program tanam jagung serentak ini merupakan bagian dari prioritas pemerintah dalam mencapai swasembada pangan, khususnya jagung sebagai salah satu komoditas strategis. Dukungan infrastruktur, ketersediaan benih unggul, dan pengawasan distribusi sarana produksi menjadi pilar utama keberhasilan program ini.

“Dengan sinergi yang terbangun antara Kementan, Polri, dan pemangku kepentingan lainnya, kami optimistis target ketahanan pangan nasional dapat tercapai lebih cepat. Program ini juga menjadi langkah awal dalam membangun sistem pertanian yang lebih kuat dan berkelanjutan,” kata Ali Jamil.